JATIMPOS.CO/JOMBANG – Persiapan penyelenggaraan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, resmi memasuki tahap awal. Hal itu ditandai dengan rapat koordinasi perdana yang mempertemukan jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Steering Committee (SC), Organizing Committee (OC), serta panitia lokal di Aula Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kamis malam (16/07/2026).

Rapat menjadi forum penyamaan persepsi antara panitia pusat dan panitia lokal, mulai dari pembagian tugas, kesiapan teknis, hingga pemantapan substansi Muktamar Ke-35 NU yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.

Hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar Ke-35 NU Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA, Ketua Organizing Committee (OC) Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Sekretaris OC Amin Said Husni, Ketua PBNU Savic Ali, serta jajaran Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH. Abdurrozaq Sholeh

Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH. Abdurrozaq Sholeh, ditemui media ini di kantor yayasan mengatakan, rapat koordinasi perdana bertujuan memastikan sinkronisasi antara pemerintah, panitia pusat, dan panitia lokal agar seluruh tahapan pelaksanaan berjalan sesuai petunjuk teknis.

"Koordinasi ini dilakukan untuk mengecek kesiapan panitia lokal sekaligus menyinkronkan juknis dan pembagian tugas, mana yang menjadi kewenangan panitia pusat dan mana yang menjadi tanggung jawab panitia lokal. Alhamdulillah semuanya sudah jelas dan petunjuk teknis sudah kami distribusikan ke seluruh divisi," ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Menurut Gus Rozak, secara infrastruktur Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dinilai sangat siap menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan Muktamar, mulai pembukaan, sidang-sidang komisi, hingga penutupan.

Ia mengungkapkan panitia telah menyiapkan enam lokasi utama kegiatan, meliputi arena pembukaan, sidang pleno, sidang organisasi, tiga komisi Bahtsul Masail, serta sidang penyusunan program. Seluruh lokasi telah diverifikasi bersama tim pusat.

"Semua tempat sudah kami cek satu per satu dan sangat representatif. Insya Allah seluruh kebutuhan pelaksanaan muktamar dapat terlayani dengan baik," katanya.

Selain venue utama, panitia juga mempersiapkan sekitar 300 hingga 350 kamar ber-AC lengkap dengan fasilitas toilet sesuai standar kebutuhan peserta. Bahkan sekitar 10 hingga 15 hari menjelang pelaksanaan, tim PBNU dijadwalkan kembali melakukan inspeksi akhir.

Gus Rozak menjelaskan, peserta resmi yang memiliki hak mengikuti persidangan diperkirakan mencapai sekitar 3.400 orang yang berasal dari Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang NU se-Indonesia. Sementara jumlah penggembira diperkirakan menembus lebih dari 100 ribu orang.

"Karena itu seluruh aspek pelayanan, mulai akomodasi, sanitasi, hingga kenyamanan peserta menjadi perhatian utama kami," ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran komunikasi selama muktamar, sejumlah perusahaan juga telah menyatakan dukungan, termasuk penguatan jaringan telekomunikasi oleh Indosat agar akses internet tetap stabil.

"Ini penting terutama bagi rekan-rekan media. Kami juga menyiapkan media center atau base camp awak media di sekitar Gedung Serbaguna agar peliputan berlangsung lancar," ungkap Gus Rozak.

Di sisi lain, KH Abdurrozaq mengajak seluruh peserta dan tamu yang akan hadir di Jombang untuk menjaga kesehatan serta mematuhi arahan panitia mengingat besarnya mobilisasi warga NU dari berbagai daerah.

"Kami berharap seluruh peserta menjaga kesehatan, mengikuti seluruh arahan panitia, sehingga Muktamar Ke-35 NU dapat berlangsung aman, nyaman, tertib, dan menjadi kebanggaan bagi Nahdlatul Ulama maupun masyarakat Jombang," pungkasnya.

Sebelumnya, Kamis malam (16/07/2026), Sekretaris Steering Committee Muktamar Ke-35 NU, Prof. Mohammad Nuh, menegaskan Muktamar 2026 memiliki nilai historis yang sangat besar karena bertepatan dengan genap 100 tahun berdirinya Nahdlatul Ulama sejak didirikan pada 1926.

"Kalau dihitung berdasarkan kalender Masehi, Muktamar Ke-35 NU tahun 2026 ini bertepatan dengan 100 tahun berdirinya Nahdlatul Ulama. Ini merupakan momentum sejarah yang sangat penting," katanya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengibaratkan Muktamar Ke-35 di Tambakberas sebagai "Reuni Akbar Imajiner" para muassis NU. Menurutnya, pelaksanaan muktamar di salah satu pesantren yang memiliki hubungan erat dengan para pendiri NU menjadi simbol kembalinya NU ke akar sejarah perjuangannya.

Ia menekankan keberhasilan sebuah muktamar sangat ditentukan oleh kualitas persiapan.

"Dalam sebuah penyelenggaraan acara, sekitar 75 persen keberhasilan ditentukan oleh kualitas persiapannya. Karena itu seluruh tahapan harus dirancang secara matang," ujarnya.

Menurut M. Nuh, kepanitiaan saat ini berfokus pada dua hal besar, yakni kesiapan teknis yang menjadi tanggung jawab Organizing Committee dan penyusunan substansi muktamar yang menjadi tugas Steering Committee. Selain itu, tata kelola keuangan yang sehat juga menjadi faktor penting untuk memastikan penyelenggaraan berjalan sukses.

Ia berharap Muktamar Ke-35 NU menjadi forum yang menghadirkan suasana sejuk, penuh persaudaraan, sekaligus menghasilkan keputusan strategis bagi perjalanan NU memasuki usia satu abad. (her)