JATIMPOS.CO//JOMBANG - Sekitar 21 bulan memimpin Polres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan akan mengakhiri masa tugasnya. Tongkat komando Polres Jombang selanjutnya akan berpindah kepada AKBP Yanto Mulyanto P.
Ardi yang merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2002 mulai menjabat Kapolres Jombang pada Januari 2025, menggantikan AKBP Eko Bagus Riyadi. Saat awal bertugas, Ardi menyatakan akan meneruskan prestasi yang telah dibangun pendahulunya.
Kini, menjelang serah terima jabatan, sejumlah catatan selama kepemimpinannya menjadi bagian dari perjalanan Polres Jombang.
Awal Kepemimpinan: Penyakit Masyarakat Jadi Perhatian
Tidak lama setelah menduduki kursi Kapolres, Ardi langsung dihadapkan pada persoalan penyakit masyarakat.
Dalam Operasi Pekat Semeru 2025 yang berlangsung 26 Februari hingga 9 Maret, Polres Jombang mengungkap 47 kasus dengan 58 tersangka.
Kasus tersebut terdiri atas prostitusi, perjudian, peredaran minuman keras dan narkoba. Ardi ketika itu menegaskan pemberantasan penyakit masyarakat tidak boleh berhenti hanya saat operasi berlangsung.
Langkah penindakan juga diikuti patroli gabungan bersama Pemkab Jombang.
Pada Maret 2025, Ardi bersama Bupati Jombang Warsubi turun langsung menyisir sejumlah titik rawan, antara lain Mojowarno, Bareng dan Ngoro. Puluhan botol miras diamankan dalam patroli tersebut, sementara sejumlah pemuda diberikan pembinaan.
Rekam Kriminalitas Mendapat Apresiasi
Empat bulan setelah menjabat, kiprah jajaran Polres Jombang di bawah kepemimpinan Ardi mendapat apresiasi dari PWI Jombang.
Penghargaan diberikan pada Mei 2025 atas kinerja pengungkapan sejumlah perkara kriminal dan upaya menjaga kamtibmas.
Pada periode yang sama, Ardi juga memberikan penghargaan kepada 18 anggota Polres Jombang yang dinilai cepat dalam menangani dan mengungkap perkara pidana. Salah satu yang diapresiasi adalah pengungkapan terkait pengiriman minuman keras dari Grobogan, Jawa Tengah, menuju Jombang.
Catatan tersebut memperlihatkan bahwa Ardi tidak hanya menempatkan penindakan sebagai pekerjaan unit reserse, tetapi juga memberikan penghargaan kepada personel yang menunjukkan kinerja di lapangan.
Narkoba Tetap Jadi Pekerjaan Besar
Memasuki 2026, perang terhadap narkoba masih menjadi salah satu pekerjaan besar Polres Jombang.
Sepanjang Januari-Juni 2026, Satresnarkoba Polres Jombang mencatat 80 laporan kasus dengan 113 tersangka. Dari jumlah tersebut, 72 kasus berkaitan dengan sabu dan delapan kasus lainnya melibatkan pil dobel L.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi juga menyita sekitar 73 ribu butir pil dobel L.
Angka tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan narkoba masih menjadi tantangan yang harus dilanjutkan oleh kepemimpinan berikutnya.
Zero Miras dan Patroli Jadi Bagian Pencegahan
Selain narkoba, pemberantasan minuman keras menjadi salah satu perhatian Ardi.
Pada awal Agustus 2026, ia menyebut Polres Jombang telah mengamankan 30.763 botol miras sepanjang 2025 dan lebih dari 7.000 botol pada semester pertama 2026. Komitmen tersebut dikaitkan dengan program Zero Miras yang dijalankan jajaran Polres Jombang.
Di sisi pencegahan, patroli bersama unsur pemerintah daerah juga dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan, terutama pada titik yang menjadi lokasi berkumpulnya anak muda.
Pelayanan Publik Mendapat Predikat Prima
Tidak hanya soal penindakan, catatan kepemimpinan Ardi juga datang dari sisi pelayanan.
Pada 20 Agustus 2026, Polres Jombang memperoleh penghargaan Pelayanan Prima (A) dalam hasil pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik mandiri instansional tahun 2025.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Kapolri. Ardi menyebut capaian itu merupakan hasil kerja seluruh personel, dukungan instansi terkait dan masyarakat. Ia juga menegaskan penghargaan tersebut bukan alasan bagi jajaran untuk berhenti melakukan pembenahan.
Muktamar NU ke-35: Tantangan Besar di Pengujung Masa Jabatan
Salah satu catatan terbesar Ardi di penghujung masa tugasnya adalah pengamanan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Agenda yang berlangsung 27-31 Agustus 2026 tersebut menjadi pekerjaan besar bagi aparat keamanan karena mendatangkan ulama, kiai, peserta dan masyarakat dari berbagai daerah.
Persiapannya dilakukan jauh sebelum hari-H.
Pada 13 Agustus, Polres Jombang menggelar rapat koordinasi lintas sektoral yang dipimpin Ardi. Konsolidasi dilakukan untuk menyatukan strategi pengamanan, termasuk antisipasi potensi kerawanan dan pengaturan lalu lintas.
Enam hari kemudian, Ardi kembali memimpin rapat koordinasi pengamanan Istighotsah Akbar pra-Muktamar. Sekitar 50 perwakilan instansi dan pihak terkait terlibat dalam pembahasan tersebut.
Puncak persiapan dilakukan melalui apel gelar pasukan pada 26 Agustus 2026.
Pengamanan melibatkan personel Polres Jombang, BKO Polda Jatim, Sat Brimob, Dit Samapta serta bantuan personel dari Polres Kediri, Nganjuk dan Mojokerto.
Dalam arahannya, Ardi meminta personel mengedepankan pendekatan humanis, profesional dan proporsional, sekaligus memperkuat deteksi serta pencegahan gangguan keamanan.
Ardi juga beberapa kali turun langsung mengecek kesiapan lokasi dan titik pengamanan di kawasan Tambakberas.
Hasilnya, setelah rangkaian Muktamar selesai, Polres Jombang menyatakan tugas pelayanan dan pengamanan selama enam hari telah berakhir. Dokumentasi jajaran Polres Jombang juga menyebut rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan kondusif serta menyebut adanya apresiasi dari Kapolri kepada personel atas dedikasi dan sinergi selama pengamanan.
Bagi Ardi, Muktamar menjadi salah satu tugas besar yang harus dituntaskan sebelum tongkat komando berpindah.
TONGKAT KOMANDO BERPINDAH
Kini, fase Ardi Kurniawan sebagai Kapolres Jombang memasuki penghujung. Pada Selasa 29 September 2026 di Polda Jawa Timur akan dilaksanakan Serah Terima Jabatan.
AKBP Yanto Mulyanto P. ditunjuk menjadi Kapolres Jombang berikutnya. Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri tertanggal 30 Agustus 2026. Yanto merupakan lulusan Akpol 2008 dan sebelumnya menjabat Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jawa Timur. Ardi menempati tempat tugas Kasubbaglekdikbangum Baglekdik Rodalpers SSDM Mabes Polri.
Pergantian ini sekaligus membuka babak baru bagi Polres Jombang.
Selama sekitar 21 bulan, sejumlah agenda mewarnai kepemimpinan Ardi: dari operasi penyakit masyarakat, pemberantasan narkoba dan miras, pengungkapan perkara kriminal, patroli bersama pemerintah daerah, peningkatan pelayanan publik hingga pengamanan salah satu agenda terbesar NU di Jombang.
Muktamar NU ke-35 menjadi salah satu catatan terakhir Ardi di Jombang—sebuah agenda besar yang pengamanannya menjadi kerja bersama Polres Jombang, Polda Jatim, TNI, Pemkab, panitia, Banser dan berbagai unsur lainnya.
Kini, setelah agenda besar itu selesai, tongkat komando segera berpindah.
Ardi meninggalkan Jombang dengan sederet catatan; Yanto Mulyanto datang membawa babak baru.
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, SH, SIK, CPHR pada Senin (28/09/2026) kepada JATIMPOS.CO secara khusus mengatakan, “Secara internal saya berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada personil Polres Jombang. Karena, saya percaya apabila apabila personel dilayanani dengan baik, dipenuhi hak-hak nya dengan baik maka personil akan melaksakan kewajibannya melayani masyarakat dengan baik pula,” ungkap Ardi dengan penuh haru.
Ardi juga menyampaikan, “Secara eksternal, kolaborasi dengan forkopimda dan sekuruh komponen masyarakat serta teman-teman media untuk wujudkan Jombang yang aman guyub rukun maju dan sejahtera untuk semuanya,” pungkas Ardi sembari berpamitan mohon diri. (heru)