JATIMPOS.CO//JOMBANG – Pemerataan infrastruktur perdesaan terus digenjot Pemerintah Kabupaten Jombang. Melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) 2026, sebanyak 12 desa di enam kecamatan mendapatkan alokasi pembangunan dengan total anggaran mencapai Rp6 miliar.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang, Ir. Dian Kusuma Rahmat Subekti, ST, M.Si., menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur desa bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Melalui program PISEW, kami berharap infrastruktur yang dibangun mampu memperlancar aktivitas masyarakat, membuka akses ekonomi, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga tingkat desa," ucap Dian, Rabu (04/11/2026).

Enam kecamatan penerima program tersebut yakni Jombang, Gudo, Ngoro, Plandaan, Ploso, dan Sumobito. Masing-masing kecamatan mencakup dua desa penerima manfaat.

Setiap kegiatan mendapatkan pagu Rp500 juta, terdiri atas Rp475 juta untuk pekerjaan fisik dan Rp25 juta biaya operasional. Dana tersebut bersumber dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK).

Pelaksanaan pembangunan melibatkan kelompok masyarakat kerja sama antardesa di setiap kecamatan penerima.

Berdasarkan data terbaru, rata-rata progres pelaksanaan PISEW di Kabupaten Jombang telah mencapai 70 hingga 80 persen.

Melalui program ini, Perkim Jombang diharapkan mampu mendorong pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran, sekaligus memperkuat konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat perdesaan. (her)