JATIMPOS.CO/SURABAYA – Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati setiap 22 Oktober, sejak tahun 2015 dinilai kurang pas. Karena itu, Dzuriah Laskar Hizbullah mendesak pemerintah untuk mengganti Hari Santri menjadi Hari Resolusi Jihad.

Usulan mengganti Hari Santri tersebut juga akan dibahas dalam acara silaturakhim Dzuriah Laskar Hizbullah di Masjid Aisyah, Jombang pada Jumat (19/11/2021).

Koordinator Dzuriah Laskar Hizbullah, Yusuf Husni Syakir dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/11) mengatakan, usulan mengganti Hari Santri Nasional itu bukan tanpa alasan. Tanggal 22 Oktober lebih tepatnya menjadi Hari Resolusi Jihad.

Alasannya, Resolusi Jihad merupakan fakta sejarah yang tidak dapat diulang kembali. Pada tanggal 21-22 Oktober 1945 di kantor PBNU Jalan Bubutan Surabaya diadakan rapat yang dipimpin oleh KH Wahab Hasbullah yang akhirnya menghasilkan sebuah keputusan Resolusi Jihad.

Resolosi Jihad adalah fakta sejarah yang tidak bisa dipungkiri sebagai perintah perang dari para Kyai Nahdlatul Ulama kepada para santri dan pemuda pemuda Islam dimanapun berada.

"Diterbitkan setelah lepas penjajahan Jepang, yang dimungkinkan kembalinya penjajahan Belanda mendompleng tentara sekutu dan faktanya memang benar adanya.

Sikap PBNU ketika itu bereaksi keras memanggil para konsulnya se Jawa dan Madura untuk menentukan apa yang harus dilakukan terhadap NICA yang ingin menjajah kembali dengan dalih melucuti tentara Jepang," cerita Yusuf Husni.

Mantan anggota DPRD Jatim ini juga menyampaikan, selain Laskar Hizbullah juga ada Laskar Sabilillah yang aggotanya dari para kyai khos yang karomah dan mempunyai keahlian di bidang kanoragan. Sehingga harus mendapatkan penghormatan yang lebih dari seorang santri karena Maqomnya memang beda.

"Usulan Dzuriah Laskar Hizbullah dan Sabilillah ini dimaksudkan agar para generasi selanjutnya faham sejarah fakta yang sebenarnya, selain untuk menanamkan rasa Nasionalisme kepada pewaris bangsa," tutur Yusuf Husni.

Karena itu pemerintah diminta untuk mencarikan solusi hari yang pas untuk peringatan hari terbitnya Resolusi Jihad. Tapi yang jelas bukan Hari Santri Nasional. (yus)