JATIMPOS.CO/PAMEKASAN - Komisi 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan meminta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) agar membuka kembali layanan Hemodialisis (cuci darah) shift 4 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.H. Slamet Martodirdjo.

Pasalnya, ada sebanyak 27 pasien penderita cuci darah (HD) pada bulan April 2025 tidak bisa dilakukan tindakan lantaran adanya rekomendasi pembatasan shift oleh BPJS.

Sebelumnya, RSUD Smart Pamekasan telah membuka layanan cuci darah selama 24 jam atau 4 shift. Namun, layanan shift ke 4 dihentikan lantaran dinilai tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP) dari BPJS.

Ketua Komisi 4 DPRD Pamekasan, Halili menyampaikan, bahwa berdasarkan penjelasan BPJS, bahwa RSUD Smart Pamekasan pernah membuka layanan tindakan HD 4 shift atau 24 jam. Namun, berdasarkan hasil evaluasi BPJS, bahwa rumah sakit tersebut belum memenuhi standar untuk melakukan tindakan 4 shift.

"Alasannya, pertama, karena peralatan yang sangat minim. Selama ini masih baru 9 unit, ada 8 unit yang efektif dan 1 itu untuk penyakit Hepatitis dan jarang dipakai. Kedua, tenaga perawatnya hanya 11 orang, 10 orang sudah berpengalaman 1 masih belum, dan ini dipakai untuk 4 shift," ujar Halili usai rapat bersama BPJS, RSUD Smart, dan Dinas Kesehatan, Selasa (29/4/2025).

Dikatakan Halili, apabila layanan shift ke 4 tetap dipaksakan, maka mengkhawatirkan akan mengancam terhadap keselamatan pasien. Dengan merujuk dan hasil rekomendasi dari BPJS pusat, maka shift 4 tidak boleh dioperasikan.

"Sebenernya shift 4 ini sempat dioperasikan dan itu sebenernya tidak masalah. Cuman karena BPJS mengacu pada standarisasi itu akhirnya tetap merekomendasikan agar tidak dilaksanakan," paparnya.

Akibat dari kebijakan tersebut, lanjut Politisi Partai Berlambang Ka'bah itu, ada sebanyak 27 pasien yang tidak bisa ditangani oleh rumah sakit. Solusinya, kata Halili, pasien harus mencari faskes yang lain, dan itupun cukup menyulitkan pasien beserta keluarganya.

"Solusi yang ditawarkan oleh BPJS ya tetap harus menambah pelataran kesehatan (alkes), tim nakes dan nambah ruangan atau harus di rujuk ke rumah sakit lain," pungkasnya.

Terpisah, Kepala Bagian SDM Umum dan Komunikasi BPJS Pamekasan, Ari Udiyanto menjelaskan, bahwa tindakan peserta yang diagnosa HD seharusnya 6 jam untuk dilakukan pemeriksaan. Meliputi 30 menit untuk persiapan sebelum tindakan, 5 jam tindakan cuci darah dan 30 menit evaluasi pasca tindakan, sehingga total layanan yang dibutuhkan peserta tersebut sebanyak 6 jam.

"6 jam ini harus dipenuhi sesuai dengan ketentuan, karena 6 jam ini sudah standar pelayanan di mana orang itu membutuhkan cuci darah," kata Ari.

Namun demikian, lanjut Ari, muncul keluhan dari peserta BPJS di Rumah Sakit Smart Pamekasan bahwa ada pasien yang tidak mendapatkan layanan 6 jam penuh, sehingga pihaknya melakukan pengawasan langsung ke RSUD pada tanggal 26 April 2025.

"Ternyata memang ada penambahan shift, namun penambahan shift ini tidak disertai dengan penambahan alat. Kemudian tidak melakukan penambahan tenaga medis atau perawat dan ini bisa mengurangi kualitas pelayanan pasien HD," terangnya.

Oleh Karenanya, lanjut Ari, pihaknya merekomendasikan kepada RSUD Smart Pamekasan agar menghitung kembali jumlah shift, alat kesehatan dan tenaga medis atau perawat yang memenuhi standar. Selain itu, pihaknya juga merekomendasikan agar merujuk ke rumah sakit lain yang menyediakan layanan HD, atau menambah tenaga medis dan Alkes.

"Kalau menambah tenaga medis dan Alkes, kami rasa masih butuh waktu yang panjang. Nah, kami tadi merekomendasikan agar dirujuk ke rumah sakit lain yang menyediakan layanan HD, karena kami tidak menginginkan pasien HD tidak mendapatkan layanan full 6 jam atau sesuai SOP," tegasnya.

Untuk rencana shift 4 akan difungsikan kembali, tambah pria kelahiran Bojonegoro itu, pihaknya beranggapan bahwa Alkes itu juga butuh istirahat dan tidak mungkin dilakukan nonstop 24 jam.

"Selain itu hak bekerja atau perawat juga perlu diperhatikan, karena dari hasil yang kami temukan, pertama, mesin HD itu hanya 9 unit, jumlah perawat hanya 10 yang mahir dan 1 non hd," pungkasnya. (did).