JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Wacana pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di tingkat kecamatan di Kabupaten Bondowoso mulai mengemuka, namun realisasinya masih bergantung pada kesiapan sarana dan prasarana pendukung di masing-masing wilayah.

Selama ini, meski layanan perekaman e-KTP telah dilakukan di kecamatan, proses pencetakan masih terpusat di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bondowoso.

Pola pelayanan tersebut kerap menimbulkan penumpukan pemohon, terutama pada momen-momen tertentu seperti jelang pemilu, penyaluran bantuan sosial, hingga kebutuhan administrasi pendidikan.

Sekretaris Komisi I DPRD Bondowoso, Masdidik, menilai perlu adanya perubahan pola layanan agar lebih mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya pemetaan kesiapan kecamatan agar kebijakan pencetakan e-KTP tidak menimbulkan persoalan baru.

" Desentralisasi pencetakan e-KTP memang dibutuhkan, tetapi harus dibarengi kesiapan sarana, SDM, dan sistem. Jangan sampai niat mempermudah justru memindahkan masalah," ujarnya, Senin (19/01/2026). 

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Bondowoso, Ghozal Rawan, menjelaskan bahwa hingga saat ini kecamatan masih sebatas melayani perekaman data. Adapun pencetakan e-KTP tetap dilakukan secara terpusat karena keterbatasan peralatan dan sistem pendukung di kecamatan.

" Di kecamatan saat ini hanya bisa rekam. Untuk pencetakan e-KTP masih terpusat di Disdukcapil karena peralatan dan standar keamanannya belum tersedia," jelas Ghozal.

Meski demikian, Ghozal memastikan rencana pencetakan e-KTP di kecamatan akan mulai diimplementasikan secara bertahap pada 2026. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan data kependudukan serta kualitas hasil cetak tetap sesuai standar nasional.

Pemerintah daerah bersama DPRD saat ini tengah melakukan pemetaan kondisi eksisting kecamatan sebagai dasar pengambilan kebijakan. Diharapkan, ketika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan, pemerataan layanan e-KTP tidak hanya mengurangi antrean, tetapi juga memperkuat tata kelola administrasi kependudukan di Kabupaten Bondowoso.(Eko)