JATIMPOS.CO/SURABAYA — Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Diana Sasa, mengingatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar memastikan kesiapan infrastruktur jalan provinsi dan jembatan sebelum puncak pergerakan pemudik.
Ia menyebut kondisi sejumlah ruas jalan masih perlu perhatian karena ditemukan permukaan berlubang, bergelombang, hingga genangan air akibat musim hujan. Kondisi itu dinilai berisiko bagi pemudik, terutama pengguna sepeda motor yang mendominasi perjalanan Lebaran di Jawa Timur.
Ia mengatakan Komisi D DPRD Jatim akan memperkuat fungsi pengawasan terhadap sejumlah organisasi perangkat daerah yang menjadi mitra kerja, seperti Dinas PU Bina Marga Jawa Timur, Dinas Perhubungan Jawa Timur, serta Dinas PU Sumber Daya Air Jawa Timur.
Menurut Diana, Dinas PU Bina Marga perlu memastikan seluruh jalan provinsi dan jembatan berada dalam kondisi laik fungsi sebelum puncak arus mudik. Sementara Dinas Perhubungan diminta menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan mengacu pada evaluasi arus mudik tahun sebelumnya, termasuk pengaturan kendaraan berat dan optimalisasi jalur alternatif.
Ia juga menilai peran Dinas PU SDA penting untuk memastikan sistem drainase berjalan baik sehingga genangan air tidak menimbulkan risiko tambahan bagi pengguna jalan.
“Musim hujan mempercepat kerusakan aspal dan memicu genangan. Kalau tidak diantisipasi, ini bisa jadi faktor kecelakaan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan imbauan, tetapi harus memastikan fisik jalan benar-benar siap,” ujarnya di Gedung DPRD Jatim, Rabu (4/3/2026).
Diana menambahkan pengalaman arus mudik tahun sebelumnya perlu menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan langkah antisipasi tahun ini. Menurutnya, kepadatan lalu lintas di sejumlah jalur arteri dan jalan provinsi sudah dapat diprediksi setiap tahun sehingga penanganannya tidak seharusnya bersifat reaktif.
“Fraksi PDIP memandang kesiapan infrastruktur bukan sekadar rutinitas tahunan. Kita sudah belajar dari arus mudik tahun lalu, ada antrean panjang di sejumlah jalur strategis dan peningkatan kecelakaan akibat kelelahan serta kondisi jalan yang kurang optimal. Tahun ini tidak boleh terulang,” katanya.
Selain perbaikan fisik jalan, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim juga mendorong keterbukaan informasi mengenai titik rawan kemacetan dan kecelakaan agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih aman.
“Kita ingin Lebaran menjadi momen kebahagiaan, bukan duka karena kelalaian persiapan. Evaluasi tahun lalu harus jadi pijakan perbaikan tahun ini,” pungkas Diana. (zen)
