JATIMPOS.CO/SURABAYA – Anggota DPRD Jawa Timur, Nur Faizin, menyoroti kondisi fasilitas keselamatan di Jembatan Suramadu, terutama terkait penerangan jalan dan rambu-rambu lalu lintas yang dinilainya masih perlu mendapat perhatian. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi keselamatan pengguna jalan.

Nur Faizin mengatakan persoalan penerangan dan rambu lalu lintas menjadi salah satu hal yang perlu dibenahi agar kecelakaan di Jembatan Suramadu tidak terus berulang.

"Itu kan yang saya tahu ya, lampunya masalah. Terus rambu-rambunya juga tak lihat sangat minim. Makanya saya lihat juga beberapa hari yang lalu teman-teman Komisi D juga sudah atensi agar ada perbaikan fasilitas di area Suramadu itu," ujar Nur Faizin, Senin (6/7/2026).

"Jangan sampai kecelakaan-kecelakaan terus itu berlanjut. Karena kan itu tak lihat minimnya penerangan, terus juga minimnya rambu-rambu," sambungnya.

Legislator asal Madura itu juga mengingatkan bahwa kebijakan pembebasan tarif Jembatan Suramadu tidak seharusnya diikuti dengan penurunan kualitas fasilitas maupun aspek keselamatan bagi pengguna jalan.

"Sekarang kan sudah gratis, jangan sampai nanti karena alasan gratis kemudian kualitasnya juga berkurang," katanya.

Jembatan Suramadu saat ini berada di bawah pengelolaan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali.

Selain menyoroti kondisi infrastruktur, Nur Faizin juga berbagi pengalaman keluarganya yang menjadi penumpang bus pariwisata dalam kecelakaan beruntun di Jembatan Suramadu beberapa waktu lalu. Ia mengatakan kedua orang tuanya selamat dalam peristiwa tersebut.

"Kebetulan bapak-ibu saya itu di rombongan bus pariwisata itu. Beliau berdua alhamdulillah selamat. Cuma sedikit trauma saja," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari keluarga, kecelakaan tersebut diduga terjadi setelah sopir mengalami microsleep. Namun, pernyataan itu merupakan informasi yang ia peroleh dari keluarganya dan bukan hasil penyelidikan resmi.

"Informasinya sih katanya, sopirnya ngantuk, kena microsleep. Dan itu sebelumnya di Pasuruan sudah sempat hampir nabrak. Tapi masih dipaksa, akhirnya kejadian di Suramadu itu," katanya.

Atas kejadian tersebut, Nur Faizin mengimbau para pengemudi, khususnya yang mengangkut penumpang, untuk tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh lelah atau mengantuk.

"Kami juga menghimbau kepada para supir kalau ngangkut ya istirahat dulu lah, jangan dipaksain," pungkasnya. (zen)