JATIMPOS.CO/SURABAYA – Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Yordan M. Batara Goa, mendorong Karang Taruna mengambil peran sebagai mentor kewirausahaan bagi generasi muda. Hal itu disampaikannya usai menggelar reses di Jl. Pogot Baru No.74, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Selasa (28/7/2026).

Dorongan tersebut disampaikan setelah perwakilan Karang Taruna menyampaikan aspirasi terkait dukungan terhadap kegiatan kepemudaan, termasuk penguatan program pemberdayaan ekonomi bagi generasi muda.

Yordan mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah memiliki berbagai program yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong tumbuhnya wirausaha baru, bahkan dapat diakses oleh masyarakat mulai usia 17 tahun.

"Kami mendorong teman-teman Karang Taruna dan anak-anak muda ini untuk meningkatkan semangat kewirausahaan. Karena dari Pemprov sendiri juga ada bantuan yang bisa digunakan untuk wirausaha dan itu bisa mulai usia 17 tahun," ujarnya.

Menurutnya, Karang Taruna memiliki posisi strategis untuk mendampingi para pemuda yang ingin memulai usaha. Dengan adanya pendampingan tersebut, pelaku usaha pemula dapat saling berbagi pengalaman, saling mengingatkan, dan saling mendukung agar usahanya terus berkembang.

"Kami berharap Karang Taruna ini menjadi mentor pendamping. Sehingga usaha yang dilakukan oleh anak-anak muda ini bisa berhasil. Karena kalau mereka saling menguatkan, saling membantu, saling mendukung, kita harapkan usahanya tidak berhenti di tengah jalan," katanya.

Menanggapi persoalan permodalan yang kerap menjadi kendala bagi pelaku usaha, Yordan menilai hal tersebut bukan menjadi persoalan utama. Menurutnya, semangat dan pola pikir untuk maju justru menjadi faktor yang paling menentukan keberhasilan sebuah usaha.

"Kalau terkait permodalan misalnya, ada Bank Surya Artha Utama atau Bank Suroboyo yang bisa digunakan untuk permodalan secara berkelompok. Beberapa orang bahkan bisa menggunakan satu BPKB sebagai jaminan. Tapi yang jadi soal utama sebetulnya bukan permodalan. Soal utama itu adalah mindset, kemauan untuk maju," ungkapnya.

Ia menambahkan, usaha yang dijalankan secara berkelompok akan lebih mudah berkembang karena setiap anggota dapat saling mengingatkan dan memberikan dukungan ketika menghadapi kendala. "Nah, kita mendorong Karang Taruna mengambil peran itu," tegasnya.

Selain menerima aspirasi dari Karang Taruna, Yordan juga menyerap masukan dari kelompok PKK. Salah satu usulan yang disampaikan yakni optimalisasi pemanfaatan balai RW untuk mendukung kegiatan ibu-ibu PKK, aktivitas lansia, hingga penghijauan lingkungan melalui penataan tanaman hias.

Yordan menyebut berbagai aspirasi tersebut dapat disinergikan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur, baik melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga maupun Dinas Tenaga Kerja yang telah memiliki sejumlah program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat.

"Tentu kami ada program-program di Pemerintah Provinsi yang bisa disinergikan. Ada program dari Dispora untuk anak-anak muda, ada juga pelatihan dari Disnaker,” jelas Yordan.

“Tapi yang paling penting yang ingin saya tekankan adalah bisa berkelompok. Ini butuh organisasi, dan Karang Taruna bisa menjadi mentor bagi anggotanya," pungkasnya. (zen)