JATIMPOS.CO/ SURABAYA - Surabaya Startup Festival (SSF) 3.0 tahun 2026 resmi dibuka di Balai Pemuda Surabaya, West Building, Jumat (23/1/2026). Ajang ini menjadi bukti nyata kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Surabaya, Ozora Yatrapaktaja, HIPMI Womenpreneur Jawa Timur, serta JCI East Java dalam memperkuat ekosistem startup dan UMKM di Kota Pahlawan.
Pembukaan SSF 3.0 dilakukan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Maria Theresia Ekawati Rahayu.
Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen Pemkot Surabaya untuk terus mendukung lahirnya inovasi dan pertumbuhan startup berbasis teknologi.
“Surabaya Startup Festival 3.0 tahun 2026 merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Surabaya dengan PT Mega Ozora Venture,” ujar Maria Theresia saat membacakan sambutan Wali Kota Surabaya. Ia menyampaikan bahwa Surabaya terus bertransformasi menjadi kota inovasi yang memberikan ruang bagi ide-ide baru dan keberanian menciptakan solusi masa depan.
Menurutnya, startup menjadi jawaban atas berbagai tantangan zaman, mulai dari persoalan perkotaan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga penciptaan lapangan kerja. “Di tangan para inovator muda, teknologi mampu meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global,” katanya.
Maria Theresia menegaskan peran Pemkot Surabaya sebagai enabler dan mitra strategis bagi ekosistem startup, sekaligus pendorong kolaborasi lintas sektor. Ia juga berpesan kepada para founder dan talenta muda untuk tidak takut gagal. “Inovasi lahir dari keberanian mencoba,” ujarnya.
Sementara itu, Founder Ozora Yatrapaktaja sekaligus Ketua BANOM BPD HIPMI Jawa Timur, Margaret Srijaya, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara penyelenggara dan Pemkot Surabaya. Ia menyebut Indonesia saat ini menempati peringkat keenam dunia dengan jumlah startup terbanyak.
“Surabaya berada di posisi keempat nasional setelah Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Saat ini ada dua kota yang terus mengejar Surabaya, yakni Bali dan Malang,” ungkap Margaret.
Ia pun mengajak para calon founder dan pelaku startup untuk memanfaatkan SSF 3.0 sebagai wadah pengembangan usaha, yang puncaknya akan digelar melalui Demo Day pada Mei 2026.
Di sisi lain, Ketua Panitia SSF 3.0, Aristia Chen, menjelaskan bahwa pembukaan ini merupakan tahap awal dari rangkaian program yang berfokus pada penguatan UMKM. Tahap selanjutnya akan diisi dengan pelatihan berbasis kebutuhan peserta, yang diawali dengan asesmen awal.
“Ini seperti medical check-up bagi UMKM, agar pelatihan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.
Melalui rangkaian SSF 3.0, peserta berkesempatan mendapatkan pendampingan intensif hingga bertemu investor pada Demo Day, dengan potensi pendanaan mencapai Rp100 juta. Program ini diharapkan mampu melahirkan startup dan UMKM yang tangguh, berdaya saing, serta siap naik kelas.(fred)