JATIMPOS.CO//JOMBANG — Investasi baru sektor perhotelan kembali masuk Kabupaten Jombang. Lynn Hotel Jombang, Azana Hotels Collection, resmi beroperasi yang terletak di Jl. Kapten Pierre Tendean No.9, Pulo Lor, Sengon, Kec/Kab. Jombang, Jawa Timur Rabu (23/9/2026). 

Hotel bintang empat ini diharapkan tak sekadar menambah pilihan akomodasi, tetapi mampu menggerakkan perputaran ekonomi lokal, mulai pariwisata, kuliner, UMKM hingga sektor jasa.

Berada di jantung Kabupaten Jombang, Lynn Hotel hadir saat mobilitas wisatawan, aktivitas bisnis, pemerintahan hingga berbagai kegiatan berskala besar terus berkembang.

Bupati Jombang Warsubi mengatakan, pertumbuhan investasi perhotelan memiliki keterkaitan dengan geliat ekonomi daerah. Semakin banyak wisatawan dan tamu yang datang, semakin besar pula peluang aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak.

“Investasi yang masuk ke Jombang diharapkan tidak hanya berorientasi bisnis semata, melainkan tumbuh bersama daerah, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta mendongkrak kesejahteraan umum,” ujar Warsubi saat grand opening Lynn Hotel Jombang.

Karena itu, Warsubi mendorong pihak hotel bersinergi dengan destinasi wisata, sentra kuliner dan pelaku UMKM lokal. Ia juga berharap keberadaan Lynn Hotel dapat menjadi pintu promosi potensi wisata dan produk unggulan Jombang kepada para tamu.

“Dengan hadirnya hotel ini, tentu dapat memberikan pilihan baru bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Jombang,” katanya.

Pasar Wisatawan dan Bisnis

Kehadiran Lynn Hotel Jombang merupakan bagian dari ekspansi Azana Hospitality di Jawa Timur. CEO & Founder Azana Hospitality Dicky Sumarsono melihat Jombang memiliki pasar yang semakin potensial, bukan hanya dari perjalanan bisnis, tetapi juga wisata, religi, pendidikan dan berbagai mobilitas masyarakat.

Data BPS Jawa Timur mencatat perjalanan wisatawan nusantara ke Kabupaten Jombang pada 2025 mencapai sekitar 6,6 juta perjalanan. Sementara Pemkab Jombang menargetkan realisasi investasi pada 2026 sebesar Rp2,56 triliun.

“Kami melihat Jombang memiliki pasar yang semakin menarik. Kehadiran Lynn Hotel Jombang menjadi bentuk optimisme kami terhadap perkembangan kota ini sekaligus komitmen menghadirkan pilihan akomodasi yang relevan dengan kebutuhan pasar,” ujar Dicky.

Lynn Hotel Jombang menyediakan 55 kamar, terdiri dari tipe Deluxe, Executive dan Suite. Fasilitasnya meliputi ballroom, meeting room, restoran, kolam renang, pusat kebugaran hingga spa.

Mochammad Nadjib, pendiri LYNN Group.

Bukan Sekadar Pertimbangan Bisnis

Di balik investasi tersebut, ada cerita personal dari Mochammad Nadjib, pendiri LYNN Group. Jombang dipilih bukan semata karena pertimbangan pasar. Nadjib mengaku memiliki ikatan kuat dengan kota santri tersebut karena lahir dan besar di Jombang.

“Semangatnya karena saya itu lahir dari Jombang. Kecil di Jombang, besar di Jombang,” ujar Nadjib usai grand opening.

Menurut Nadjib, gagasan menghadirkan hotel di Jombang juga lahir dari kebutuhan nyata. Selama ini, ia kerap mendapat masukan mengenai keterbatasan fasilitas hotel representatif untuk menampung tamu penting maupun kegiatan besar.

“Sering dapat kunjungan dari pusat, Presiden, Wakil Presiden, Menteri-Menteri. Kalau mau transit di Jombang saja, saya malu, bingung menempatkan di mana,” ungkapnya.

Kebutuhan tersebut, kata Nadjib, semakin terasa ketika Jombang menjadi lokasi berbagai kegiatan besar, termasuk Muktamar NU ke-35. Pembangunan hotel pun dikebut agar dapat segera mendukung kebutuhan akomodasi di Jombang.

“Kita bagaimana memfasilitasi Jombang. Ini ada fasilitas yang bisa mendukung, ada tempat yang layak,” katanya.

Nadjib juga menjelaskan bahwa nama LYNN memiliki filosofi keluarga. Nama tersebut merupakan singkatan dari Lilis, Yasmin, Naufal dan Najib, yang dimaknai sebagai penyatuan energi keluarga untuk menghasilkan sesuatu yang lebih besar.

Saat ini, LYNN Group memiliki enam hotel dengan brand Lynn Hotel.

Dengan resmi beroperasinya Lynn Hotel Jombang, investasi baru ini kini ditantang untuk membuktikan dampaknya di luar dinding hotel: seberapa besar tamu yang datang ikut menghidupkan destinasi wisata, warung makan, UMKM, jasa transportasi dan usaha masyarakat Jombang.

Sebab, ukuran keberhasilan investasi perhotelan bukan hanya kamar terisi, tetapi juga seberapa jauh perputaran uang dari tamu ikut mengalir ke ekonomi lokal. (her)