JATIMPOS.CO/PAMEKASAN - Sebanyak 50 Pemantau Tembakau tahun 2020 di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur lulus tanpa tes.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan, Achmad Sjaifuddin menyampaikan, Tim Pemantau tembakau tahun 2020 yaitu hasil kombinasi dari 50% waiting list dan 50% hasil rekrutmen baru.
"Waiting list itu karena dulu membludak ditampung semuanya akan dijanjikan di tahun ini. Jadi, waiting list itu gak ada apa-apa langsung masuk gitu," kata Achmad Sjaifuddin, Rabu (2/9/2020).
Menurutnya, Tim pemantau tembakau yang asli dari hasil rekrutmen baru yaitu hanya 25 orang. Namun, tim pemantau tersebut tidak ada seleksi tertulis dan wawancara.
"Harusnya kan selseksi kemampuan dasar seperti tes wawancara dan semacamnya tapi itu kan butuh biaya, sedangkan honornya hanya 65 ribu perhari tidak sesuai dengan seleksinya," paparnya.
Mantan Kadisparbud itu mengatakan, pemantau itu minimal lulus SMA, ada rekomendasi dari lembaga, menyetorkan pas foto dan bukan pelajar yang aktif atau mahasiswa aktif.
"Jadi rata-rata direkomendasikan dari ICO LSM, Kelompok Tani dan dari Asosiasi Petani, karena kalau berbicara kompeten pasti relatif-lah, sebab aturan mainnya sementara di draf itu tidak ada uji kompetensi tetap," tutupnya. (did)