JATIMPOS.CO/JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk mengakselerasi belanja anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah dan nasional.

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (RAKORBANGPUS) 2021, Kamis (29/04/21) secara virtual.

Sri Mulyani mengatakan hingga  Maret 2021 anggaran belanja pemda baru terealisasi 7,7% dari total APBD sebesar Rp 1.045,18 triliun.

"Angka ini lebih rendah dari realisasi tahun lalu di bulan Maret yang sebesar Rp106,67 triliun. Bahkan pemerintah pusat (Pempus)sudah lakukan transfer ke daerah tapi belum dibelanjakan. Belanja APBD 2021 dibandingkan tahun 2020 masih lebih rendah, akhir Maret  baru Rp 80,69 triliun, lebih rendah dibandingkan tahun lalu Rp 106,67 triliun,” ujar Sri Mulyani.

APBD tahun 2021 naik menjadi Rp 984,3T dibandingkan dengan APBD tahun 2020 yang hanya Rp 880, 7 T. Dengan angka realisasi pada bulan Maret 2021 sebesar Rp 137, 96 T, angka ini cenderung menurun daripada angka realisasi APBD pada bulan Maret 2020 yang sebesar Rp 177, 85 T.

"APBD saat ini dalam kondisi pendapatan yang lebih tinggi tapi belanja lebih rendah, ini yang perlu menjadi pembelajaran agar pemerintah daerah juga menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi daerah menggunakan instrumen APDB " imbuh Sri Mulyani.

Sri Mulyani berpendapat bahwa masih ada dana dalam APDB yang tersimpan di Bank sebesar Rp 182,3 T dan belum dibelanjakan. Rendahnya realisasi belanja APDB sangat berbanding terbalik dengan belanja pemerintah pusat yang hingga Maret 2021 ini telah terealisasi sebesar Rp 350,1 T. (ist)



TERPOPULER

  • Minggu Ini

  • Bulan Ini

  • Semua