JATIMPOS.CO/PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar studi tiru perihal pembangunan kawasan industri hasil tembakau (KIHT) ke kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (27/9/2021).
Rombongan Pemkab Pamekasan terdiri dari Plh Sekda Pamekasan, Ajip Abdullah, Kepala Bappeda, Kasatpol PP, Kadiskop UMKM, Kadisperindag, Kadis PUPR, Kabag Perekonomian, perwakilan pengusaha rokok, Perwakilan DPRD setempat, dan Bea Cukai Madura. Rombongan Pemkab Pamekasan disambut hangat Wakil Bupati Soppeng Lutfi Halide beserta
Plh Sekda Pamekasan, Ajib Abdullah mengatakan, kedatangannya ke Kabupaten Soppeng untuk belajar ke Soppeng yang sudah terlebih dahulu membangun KIHT. Pasalnya, tahun ini Pemkab Pamekasan melalui Disperindag Pamekasan bakal membangun KIHT sebagai salah satu upaya memberantas rokok bodong.
"Studi tiru kesana dalam rangka mengetahui secara pasti tentang bagaimana KIHT yang dibangun Pemkab Soppeng," kata Ajib Abdullah.
Terpisah, Kepala Disperindag Pamekasan Ahmad Sjaifuddin menyampaikan, saat ini kabupaten Pamekasan merupakan daerah penghasil tembakau, dengan luas area 30 ribu hektar dan dapat menghasilkan 20 ribu ton tembakau per tahun. Hal itu menjadi pemicu agar
"Disana akan menimbulkan aneka ragam usaha baru yang akan membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar KIHT itu. Pertumbuhan ekonomi di sekitarnya yang notabene sekarang disana maaf masyarakatnya miskin, nanti akan bangkit perlahan dengan tumbuhnya aneka ragam usaha di sekitar kawasan itu," jelas Ahmad Sjaifuddin.
Menurutnya, terkait perkembangan pembangunan fisik KIHT, dia mengungkapkan hingga tahun 2021 ini masih menyelesaikan dokumen perencanaan seperti analisa lingkungan dan pembangunan infrastruktur dasar, yaitu seperti pemerataan tanah dan lahan, kemudian pembangunan pagar, drainase dan lainnya.
"Kemungkinan selesai nanti di tahun 2022, seperti bangunan ruang produksi, ruang mesin, laboratorium dan lain sebagainya," pungkasnya. (adv/*).