JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun melalui kegiatan Pengelolaan dan Keseimbangan Cadangan Pangan Kabupaten/Kota pada Tahun 2021 bekerja sama dengan Bulog Sub Drive IV Madiun dan Perpadi Kabupaten Madiun melaksanakan optimalisasi fungsi terhadap 10 Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) yang telah mendapatkan stimulan berupa Gabah Kering Giling masing - masing sebesar 4 ton pada tahun 2020.
Ke - 10 LPM itu, di antaranya LPM Sandang Pangan Desa Bandungan Kecamatan Saradan, Dusun Siwalan Desa Bener Kecamatan Saradan, Margo Mulyo Desa Purworejo Kecamatan Pilangkenceng, Darma Bakti Desa Kenongorejo Kecamatan Pilangkenceng, Lumbung RT. 04 & 05 Desa Balerejo Kecamatan Balerejo, LPMD Sidorejo Desa Kedungrejo Kecamatan Balerejo, Lumbung Sri Sedana Desa Dagangan Kecamatan Dagangan, Sido Makmur Desa Palur Kecamatan Kebonsari, Masjid Sulaiman Desa Lebak Ayu Kecamatan Sawahan dan Kemakmuran Desa Golan Kecamatan Sawahan.
Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan, DKPP Kabupaten Madiun, Tjahyo Sukmono Djati, SE. MM memberikan pengarahan kepada LPM di RM Kampoeng Sawah Balerejo, Kabupaten Madiun.
----------------------------------
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun, Tjahyo Sukmono Djati, SE. MM mengatakan, Ketahanan pangan di suatu wilayah salah satunya ditandai dengan tersedianya pangan yang cukup untuk dikonsumsi masyarakat antar daerah dan antar waktu serta untuk memperkuat ketersediaan atau cadangan pangan. Oleh sebab itulah, pihaknya melaksanakan optimalisasi fungsi LPM.
" Optimalisasi fungsi LPM ini lebih diarahkan pada penguatan kelembagaan LPM melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan sumber daya manusia meliputi administrasi kelembagaan, cara penyimpanan atau pengelolaan gabah yang baik, " jelas Tjahyo Sukmono Djati, kepada wartawan Jatim Pos, Jum'at (1/10/2021) lalu.
Menurutnya, pengembangan cadangan pangan tidak hanya bergerak dalam simpan pinjam saja melainkan ditingkatkan dengan melaksanakan usaha ekonomi produktif kelompok, antara lain usaha tunda jual gabah serta pembelian dan penjualan gabah.
Selain itu juga menjalin kemitraan secara berkelanjutan dengan lembaga atau instansi lainnya, antara lain dengan Bulog Sub Drive IV maupun penggilingan yang berada di bawah naungan Perpadi Kabupaten Madiun.
Dari optimalisasi ini diharapkan terjadi sinergitas atau kerjasama secara berkesinambungan antara Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) yang berada di ranah hulu dengan Bulog Sub Drive IV Madiun serta penggilingan yang berada di bawah naungan Perpadi kabupaten Madiun yang berada di ranah hilir.
" Sehingga Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) sebagai salah satu pilar Ketahanan Pangan di tingkat desa yang mempunyai fungsi mengelola stok pada saat musim panen raya/paceklik, antisipasi gejolak harga pangan, bencana alam, bencana non alam dan/atau bencana sosial serta peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya anggota dapat tercapai secara bertahap, " pungkasnya.
Untuk diketahui, hingga saat ini jumlah ketersediaan atau cadangan pangan di 10 Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) yang mengikuti optimalisasi fungsi LPM tersebut sebesar 99,9 ton (dikonversi menjadi beras : 63,96 ton) dan Total Gabah yang dipinjam anggota/masyarakat sebesar 64,46 ton dengan rata-rata modal sejumlah Rp. 21.600.000,- dari Total ketersediaan atau cadangan pangan sebesar 509,17 Ton (dikonversi menjadi beras : 325,97 ton) dan total gabah yang dipinjam anggota/ masyarakat sebesar 1117,05 ton serta rata-rata modal sebesar Rp. 4.935.000,- di 175 LPM yang ada di Kabupaten Madiun. (Adv/jum).