JATIMPOS.CO/LAMONGAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Industri Jasa Keuangan terus berupaya mendorong pemulihan ekonomi melalui gerakan vaksinasi massal Covid-19 dan pengembangan UMKM di daerah.

Hal ini seperti terlihat kehadiran Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso bersama Self Regulatory Organization (SRO) Pasar Modal menyelenggarakan rangkaian kegiatan bantuan sosial dan vaksinasi Covid 19 bagi masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Matholiúl Anwar (MAWAR), Dusun Simo Desa Sungelebak Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimbo Santoso menyampaikan kegiatan hari ini sekaligus juga memperingati HUT Pasar Modal Indonesia Ke 44.

Selain vaksinasi, juga dilakukan pemberian bantuan pada Rumah Sakit Darurat Covid-19, pengadaan konsentrator oksigen, oksimeter. donor plasma, santunan pada keluarga nakes yang gugur, petugas pemakaman, ambulan. 

“Kami berupaya untuk terus membantu pemerintah dalam menanggulangi Covid- 19 yang merupakan wujud komitmen industri pasar modal Indonesia dengan mengikutsertakan para pelaku PM Indonesia,” ungkap Wimbo Santoso pada wartawan, Jum’at (8/10/2021).

Wimbo Santoso melihat daya dobrak yang dipunyai ponpes dapat menjadi alat aktualisasi pemulihan ekonomi secara berkala pada kawasan tertentu.

Ke depan, kata Wimbo, pihaknya telah merancang skema pengembangan ke ruang lingkup ponpes. berbagai langkah dalam kaitannya kepada pemberdayaan masyarakat.

“Pemerintah bersama OJK akan mendorong pengembangan usaha mikro syariah serta pemberdayaan masyarakat sekitar pesantren. Pondok Pesantren yang selama ini fokus pada akidah dan dakwah pendidikan, untuk dapat mengoptimalkan perannya dalam dakwah ekonomi,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Pengasuh PP Matholiul Anwar, Drs KH Ahmad Taufik berharap bisa melangkah bersama dalam mendampingi umat menuju era baru.

“Di Ponpes ini banyak jenis usaha, barangkali ada bantuan atau donasi bisa dimasukkan ke PP Matholiul Anwar. Selain itu, di sini juga ada lembaga formal dan lembaga pendidikan diniyah,” tuturnya. (bis)