JATIMPOS.CO/TULUNGAGUNG - Dalam upaya ketersediaan pangan hewani tentunya harus aman, sehat, utuh dan halal merupakan manifestasi yang sangat penting dari salah satu sasaran pembangunan ekonomi sub sektor Peternakan yang berada di Kabupaten Tulungagung.
Pengawasan dan monitoring produk hewan, yang berada di sejumlah pasar ke para pedagang daging tradisional maupun modern terus dilakukan selama bulan puasa hingga menjelang hari raya Lebaran.
Kepala Dinas Peternakan, Mulyanto S.Pt., MM beserta sekretaris Agus Prijanto Utomo, SE mengatakan, dengan kegiatan monitoring pengawasan selain memastikan produk asal hewan di pasaran itu aman, juga untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pedagang musiman yang akan melakukan kecurangan dengan memanfaatkan momen tertentu hanya untuk mencari keuntungan tanpa mempedulikan dampak terhadap konsumen/masyarakat.
Pihaknya seringkali sudah melakukan monitoring pengawasan produk asal hewan di pasar yang dimulai awal bulan Ramadhan seperti pasar Ngemplak, Ngunut, dan Karangrejo ke penjual/pedagang daging ayam, sapi dan seterusnya, Selasa (26/4/2022).
Pangan asal hewan yang memiliki kandungan kadar protein tinggi seperti daging, susu dan telur tentu memiliki potensi berbahaya yang dapat mengakibatkan penurunan kualitas produk sebagai akibat pencemaran fisik, kimia maupun biologis.
Sehingga penyediaan produk pangan asal hewan harus memenuhi standar hygiene sanitasi kesmavet baik merupakan pengawasan mutu bahan baku, proses produksi, maupun produk akhir yang memenuhi persyaratan kelayakan dasar jaminan keamanan pangan secara menyeluruh.
Melalui hasil pelaksanaan kegiatan pengawasan keamanan produk hewan meliputi, Pengawasan hygiene sanitasi dan surveillans unit usaha produksi hewan. Kemudian, melakukan pengawasan produk asal hewan di pasar tradisional dan modern yang berada di wilayah Kabupaten Tulungagung agar terjamin produk hewan yang (ASUH) aman, sehat, utuh dan halal.
Kemudian melakukan pengawasan pengambilan sampel produk asal hewan di beberapa pasar tradisional dan modern serta monitoring produk asal hewan di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung.
Selanjutnya melakukan pelayanan dan pengawasan produk asal hewan yang masuk dan keluar di Kabupaten Tulungagung, hingga melakukan pembinaan dan monitoring terhadap pelaku usaha produk pangan dan non pangan serta olahan asal hewan yang ada di Kabupaten Tulungagung.
Selebihnya, sekretaris Agus Prijanto Utomo, SE berharap para produsen bisa memahami dan berhati – hati dalam melakukan usaha memasarkan produk mereka dan bisa meyakini masyarakat atau konsumen, bahwa daging tersebut terjamin aman untuk nantinya mereka konsumsi. Paparnya. (san)