JATIMPOS.CO/SURABAYA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan dari Universiti Malaya, Selasa (27/1/2026) sore, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Program Outbound Malang Intellectual Journey.
Sebanyak 35 mahasiswa Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya, dari Lajnah Akidah dan Pemikiran Islam serta Lajnah Sejarah dan Tamadun Islam, mengikuti agenda akademik dan kunjungan kehormatan tersebut sebagai bagian penguatan wawasan keilmuan dan kebudayaan lintas negara.
Dalam sambutannya, Khofifah menekankan kuatnya tradisi keagamaan di Jawa Timur yang tumbuh melalui majelis ilmu, sholawat, dan warisan para wali.
Ia menyebut nilai-nilai sosial dan kemanusiaan yang diwariskan Wali Songo sebagai fondasi moderasi dan toleransi kehidupan beragama di Jawa Timur.
“Majelis ilmu dan sholawat di Jawa Timur ada di mana-mana[...] Insyaallah ini yang kemudian menghadirkan cahaya dan keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala di Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Khofifah juga memperkenalkan jejak Wali Songo di Jawa Timur, seperti Sunan Ampel, Sunan Giri, dan Sunan Drajat, termasuk pesan sosial Sunan Drajat tentang kepedulian kepada sesama.
Menurutnya, nilai tersebut relevan sebagai penguat ukhuwah Islamiyah dan solidaritas sosial lintas bangsa.
“Mudah-mudahan silaturahim ini bisa kita teruskan dalam format-format yang mungkin kita tidak tahu format dalam bidang dakwah atau di bidang ekonomi, di bidang pendidikan, format di bidang budaya dan seterusnya,” ujar Khofifah.
Sementara itu, Dr. Muhammad Hazim bin Mohd Azhar, pensyarah Jabatan Usuluddin dan Dakwah Universiti Malaya, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memperluas implementasi keilmuan Islam dalam konteks kekinian melalui diskusi akademik dan konferensi mahasiswa lintas universitas.
“Ilmu akidah harus hidup dan mampu menjawab isu-isu sosial kontemporer,” kata Muhammad Hazim.
Ia menyebut, rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari dengan kunjungan ke beberapa perguruan tinggi di Jawa Timur.
Muhammad Hazim menambahkan, Gubernur Khofifah mendorong keberlanjutan kerja sama akademik antara Universiti Malaya dan berbagai institusi di Jatim, termasuk rencana pertukaran mahasiswa (outbound–inbound) serta penguatan kolaborasi intelektual di bidang pendidikan, dakwah, budaya, dan ekonomi.
“Mudah-mudahan pelajar-pelajar ataupun mahasiswa daripada Universiti Malaya ini juga dapat mengambil manfaat daripada beliau (Gubernur Khofifah), juga keramahan, kerelaan, keterbukaan beliau, untuk menerima kami sebagai tetamu di Jawa Timur ini,” pungkasnya. (zen)