JATIMPOS.CO/PAMEKASAN – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyalurkan bantuan sosial senilai Rp13,7 miliar untuk masyarakat Kabupaten Pamekasan dalam program Sapa Bansos Amaliah Ramadan 1447 Hijriyah, yang digelar di Bakorwil Pamekasan, Minggu (8/3/2026).

Program ini merupakan Sapa Bansos ke-11 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan secara khusus dirangkai dengan momentum Ramadan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Khofifah menjelaskan bahwa program tersebut menjadi langkah strategis Pemprov Jatim dalam memperkuat sinergi antara kebijakan pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dalam memperluas perlindungan sosial bagi kelompok rentan.

“Bagaimana kita membangun komplementaritas dengan intervensi kebijakan dari pusat dan kabupaten. Pemprov mengambil posisi pada bantuan untuk penyandang disabilitas berat melalui asistensi sosial,” ujar Khofifah.

Melalui program tersebut, penyandang disabilitas berat mendapatkan bantuan sosial sebesar Rp3,6 juta per tahun yang disalurkan dalam empat tahap. Sementara untuk kelompok lanjut usia, bantuan diberikan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) Lansia sebesar Rp 2 juta per tahun yang dicairkan secara berkala setiap triwulan.

Selain bantuan sosial, Pemprov Jatim juga menyalurkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa yang besarannya disesuaikan dengan hasil asesmen kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Nilainya bervariasi, ada yang Rp 90 ribu, Rp100 ribu hingga Rp200 ribu, sesuai hasil assessment,” jelasnya.

Tak hanya itu, terdapat pula program zakat produktif yang bersumber dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Program ini ditujukan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Di sektor infrastruktur, Khofifah juga menyoroti kondisi musim hujan yang cukup panjang di Jawa Timur yang berdampak pada kerusakan sejumlah ruas jalan.

Menurutnya, jika jalan tersebut merupakan kewenangan provinsi, maka Pemprov Jatim akan langsung melakukan perbaikan. Namun jika berada di bawah kewenangan kabupaten atau desa, Pemprov akan memberikan dukungan berupa bantuan material.

“Kalau itu jalan provinsi tentu Pemprov yang memperbaiki. Tetapi kalau jalan kabupaten atau desa, kami memberikan support, misalnya bantuan aspal. Jadi kita urunan atau sharing,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Jatim juga menyalurkan 250 drum aspal untuk mendukung perbaikan jalan di daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, melaporkan bahwa total bantuan sosial yang dikelola Dinas Sosial Jawa Timur mencapai Rp160.945.500.000.

Khusus untuk Kabupaten Pamekasan, bantuan yang disalurkan pada kegiatan tersebut mencapai Rp13.760.750.000 yang berasal dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim.

Rinciannya meliputi bantuan dari Dinas Sosial sebesar Rp4.914.200.000, bantuan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) sekitar Rp521.500.000, serta bantuan BK Desa sebesar Rp8.175.000.

Selain itu, bantuan zakat produktif dari BUMD juga diberikan kepada 100 penerima manfaat, meningkat dari tahun sebelumnya yang biasanya sekitar 50 orang.

Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan satu truk logistik senilai Rp100 juta bagi warga yang terdampak angin kencang yang dikelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.

“Sehingga total bantuan yang diterima Kabupaten Pamekasan hari ini mencapai Rp13.760.750.000,” ujar Restu.

Untuk diketahui, bantuan tersebut secara simbolis diserahkan langsung oleh Gubernur Khofifah kepada para penerima manfaat. Program ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat kesejahteraan sosial, terutama di bulan suci Ramadan. (did).