JATIMPOS.CO//MOJOKERTO - Upaya meningkatkan kualitas sarana pendidikan terus dilakukan di Kabupaten Mojokerto. Sejumlah sekolah dasar (SD) yang mengalami kerusakan sedang hingga berat mulai mendapatkan program revitalisasi melalui dukungan anggaran pemerintah pusat.

Program yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut menyasar perbaikan berbagai fasilitas sekolah. Selain memperbaiki bangunan, revitalisasi diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan lebih representatif bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Indi Ilmiyah, mengatakan pelaksanaan revitalisasi merupakan program pemerintah pusat dengan mekanisme penilaian yang telah ditetapkan kementerian.

Menurutnya, besaran bantuan disesuaikan dengan sejumlah indikator, di antaranya harga per meter persegi, luas bangunan, serta tingkat kerusakan bangunan sekolah.

“Program ini langsung turun ke sekolah tanpa melalui Dispendik. Kementerian mempunyai standar sendiri, yakni harga per meter dikalikan luas bangunan dan tingkat kerusakan. Kategori rusak sedang apabila kerusakannya di atas 30 persen,” jelas Indi.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, sebanyak 85 SD masuk dalam usulan skala prioritas revitalisasi. Dari jumlah tersebut, 35 sekolah telah terealisasi dan mengantongi Perjanjian Kerja Sama (PKS).

“Jumlahnya insyaallah akan terus bertambah karena SK (surat keputusan) turunnya secara bertahap,” imbuhnya.

Salah satu sekolah yang memperoleh program tersebut yakni SD Negeri Purwojati 1, Kecamatan Ngoro. Sekolah ini mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp793 juta yang digunakan untuk pembangunan dan revitalisasi ruang kelas 1 hingga kelas 6 serta ruang administrasi.

Kepala SDN Purwojati 1 Ngoro, Siti Zulfah, S.Pd., menyambut positif program tersebut. Ia menilai pembenahan fasilitas sekolah akan memberikan pengaruh langsung terhadap kenyamanan siswa sekaligus mendukung proses pembelajaran.

“Kalau bangunan sudah selesai, pekerjaan besar kami adalah bagaimana pembelajaran siswa bisa lebih efektif. Anak-anak juga lebih terjamin kenyamanannya karena sarana dan prasarana sekolah sudah lebih representatif,” ujarnya Kamis (1/10/2026).

Menurut Siti Zulfah, fasilitas yang semakin baik harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Karena itu, pihak sekolah menargetkan revitalisasi tidak berhenti pada perbaikan fisik, tetapi menjadi momentum untuk mendorong prestasi siswa.

Kepsek yang sudah 4 tahunan nahkodai SDN 1 Purwojati ini berharap lingkungan sekolah yang lebih nyaman dapat meningkatkan minat belajar dan membaca siswa sehingga berdampak terhadap prestasi akademik maupun nonakademik.

“Kalau sarana prasarana sudah bagus, secara otomatis minat baca anak-anak juga diharapkan semakin besar, sehingga prestasi akan lebih mudah diraih,” katanya.

Pihak sekolah juga bertekad menjadikan SDN Purwojati 1 sebagai salah satu pilihan pendidikan yang semakin diminati masyarakat sekitar. Kepercayaan orang tua dan wali murid diharapkan tumbuh seiring dengan peningkatan kualitas fasilitas dan prestasi sekolah.

“Ke depan kalau gedung kelas sudah bagus dan sarana lainnya semakin menunjang, tekad kami adalah membesarkan sekolah ini, khususnya dalam hal prestasi. Kami berharap masyarakat sekitar semakin banyak menyekolahkan putra-putrinya di sini,” ungkap Siti Zulfah.

Tak hanya revitalisasi ruang kelas, SDN Purwojati 1 juga mendapat sejumlah dukungan sarana pendidikan selama 2026. Bantuan tersebut antara lain penataan lingkungan sekolah berupa pembangunan pagar, paving, dan tandon air.

Sekolah juga memperoleh bantuan mebel sebanyak 157 unit untuk mendukung kebutuhan ruang kelas 1 hingga kelas 6.

“Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, khususnya bidang sarpras, yang selama ini telah membantu sekolah kami,” tuturnya.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi pada tahun mendatang, di antaranya pembangunan ruang guru, kamar mandi siswa, dan ruang perpustakaan.

Sementara itu, salah seorang guru SDN Purwojati 1, Sunandar, menyampaikan bahwa pekerjaan fisik revitalisasi mulai dilaksanakan pada 26 Agustus 2026.

"Hingga per 20 September 2026, progres pekerjaan tercatat sekitar 9,07 persen. Berdasarkan perencanaan, proyek tersebut memiliki waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender. Kami optimis pekerjaan Revitalisasi rampung sesuai perencanaan, karena Progres tiap minggu ada peningkatan," katanya.

Dengan revitalisasi ini, pihak sekolah berharap peningkatan kualitas bangunan berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pendidikan. Fasilitas yang lebih layak diharapkan membuat kegiatan belajar mengajar berlangsung semakin kondusif, aman, dan menyenangkan.

Pihak sekolah juga mengajak masyarakat serta orang tua siswa ikut mendukung kelancaran proses pembangunan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target dan memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan SDN Purwojati 1 Ngoro. (din)