JATIMPOS.CO/TUBAN – Ambruknya saluran irigasi di Desa Maibit, Kecamatan Rengel beberapa waktu lalu mulai diperbaiki. Gerak cepat dilakukan sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab pihak rekanan dan dinas terkait.

Merespon sejumlah pemberitaan ambruknya saluran irigasi sepanjang 40 meter di Desa Maibit tersebut adalah murni akibat bencana alam. Curah hujan tinggi yang mengakibatkan derasnya debet air mengikis sisi bawah saluran. Hal ini diungkapkan jajaran dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PUPR - PRKP) Kabupaten Tuban, usai meninjau lokasi pekerjaan, Sabtu pekan lalu.

Kepala Dinas PUPR - PRKP Kabupaten Tuban, Agung Supriyadi menegaskan bahwa kerusakan pada pekerjaan tersebut bukan sesuatu yang semula disengaja oleh rekanan. Bukan juga karena asal-asalan mengerjakannya.

Agung membenarkan bangunan saluran irigasi memakai L-Shape yang roboh satu sisi sepanjang 40 meter dari total volume 586 meter tersebut adalah faktor bencana alam. Ikhwal bencana tersebut, dinas dan rekanan bertanggung jawab memperbaiki sesuai gambar atau siteplan.

Dari satu keterangan yang diterima dinas bahwa dalam sepekan terakhir wilayah pekerjaan tersebut bercurah hujan tinggi.

“Saya kira ini klir bahwa kerusakan murni faktor alam. Kendati demikian karena masih masa pemeliharaan, maka pihak kontraktor secepatnya memperbaiki,” jelas Agung kala dikonfirmasi, Selasa (18/2/2025).

 

Alat berat excavator dan sejumlah pekerja memperbaiki L-Shape yang roboh


 

Sementara itu, Direktur CV. Adinda Agung Rizki, Junaidi, menjelaskan bahwa pekerjaan yang selesai akhir tahun 2024 lalu berdasarkan progress komisi berkala dinyatakan sesuai spesifikasi di RAB (rencana anggaran biaya). Pada prinsipnya hasil pembangunan sudah diserahterimakan kepada dinas terkait. Namun betul, bahwa setiap rekanan masih memiliki tanggung jawab pemeliharaan yang diatur dalam kontrak kerja.

Terkait kerusakan, Junaidi berkomitmen bertindak cepat menyelesaikan sesuai rekomendasi dinas. Pihaknya akan bertanggung jawab. Bahkan perbaikan sudah mulai dikerjakan.

“Saat ini proses perbaikan terus berlangsung. Sudah kami datangkan alat berat lengkap dengan tenaganya,” ujar Junaidi bertanggung jawab.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Tuban, Suratmin mengungkapkan bahwa pada prinsipnya pembangunan saluran irigasi maupun pekerjaan lainnya yang dibiayai di tahun anggaran 2024 sudah berdasar pada perencanaan yang optimal. Ke depan kejadian di luar dugaan (bencana alam) wajib menjadi evaluasi bersama.

Untuk itu, Suratmin berpendapat bahwa robohnya pemasangan L-Shape ini sebaiknya menghindari men-justice satu pihak. Dalam hal ini adalah rekanan maupun dinas terkait. Terpenting fokusnya sekarang memperbaiki bangunan dan mengevaluasi ke depan.

“Masa pemeliharaan masih berlangsung, maka kami mendorong pihak rekanan mempercepat perbaikan agar kerusakan yang ditimbulkan dari bencana alam tersebut secepatnya selesai,” ungkap Mas Ratmin panggilan akrab Suratmin.

Seperti diketahui, pada pekan lalu sebagian desa di Kecamatan Soko dan Rengel diguyur hujan intensitas tinggi. Volume air dari bantaran bukit Rengel dan sekitarnya menerjang badan jalan hingga tumpah ruah di saluran irigasi tersebut. Akibatnya saluran irigasi dengan model pemasangan L-Shape yang dibangun menggunakan dana APBD 2024 tersebut ambruk satu sisi sepanjang 40 meter.

Respon cepat selanjutnya dilakukan pihak dinas PUPR dan kontraktor dengan meninjau lokasi. Hingga berita ini diturunkan proses perbaikan masih berlangsung. (min)