JATIMPOS.CO/JOMBANG - Lokakarya mini lintas sektoral dan forum konsultasi publik merupakan program unggulan puskesmas Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang. Lokakarya ini merupakan wadah untuk membahas berbagai permasalahan didalam pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Bandarkedungmulyo, Selasa (25/02/2025) di pendopo kecamatan setempat.

Lokakarya Mini dihadiri sekitar 50 undangan dari berbagai unsur yakni dari Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) yakni Camat, Kapolsek, serta Danramil, juga turut hadir Kepala Desa se-kecamatan Bandarkedungmulyo, Ketua penggerak PKK, KUA, juga dari Kepala Sekolah se-kecamatan Bandarkedungmulyo.

Lokakarya diawali dengan sambutan dari Camat Bandarkedungmulyo, Hariyanto sekaligus membuka acara, kemudian dilanjutkan dengan paparan Kepala Puskesmas Bandarkedungmulyo dr. Ira Yulia Dianti, selanjutnya pemaparan Kecamatan Sehat, Marjadi Santoso yang juga selaku Kasi Sosbud, terakhir ditutup dengan forum diskusi konsultasi publik.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan komitmen bersama lintas sektor puskesmas Bandarkedungmulyo, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kecamatan Bandarkedungmulyo melalui komitmen bersama lintas sektor mendukung dan berperan aktif dalam pelaksanaan program kesehatan.

Disampaikan Kepala Puskesmas Bandarkedungmulyo dr. Ira Yulia Dianti, "Kegiatan Lokakarya Mini ini di lakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama tim, memantau cakupan pelayanan puskesmas, dan pembinaan peran serta masyarakat dalam rangka memperkuat kolaborasi antara sektor kesehatan dengan pihak-pihak lain yang berperan dalam pelayanan kesehatan masyarakat," ungkap dr. Ira Yulia Dianti.

Selain membahas program kesehatan, lokakarya ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap berbagai program-program dan kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan oleh puskesmas dan lintas sektor serta mendiskusikan langkah-langkah strategis kedepan guna meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien kepada masyarakat.

Lokakarya Mini Lintas Sektoral Puskesmas Bandarkedungmulyo

Lebih lanjut dikatakan dr. Ira Yulia Dianti, mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Puskesmas, bahwa Lokakarya Mini Tribulanan yang Pertama merupakan lokakarya penggalangan tim yang diselenggarakan dalam rangka pengorganisasian untuk dapat terlaksananya rencana kegiatan sektoral yang terkait dengan pembangunan kesehatan.

"Kemenkes telah menetapkan 3 fokus Integrasi Layanan Primer (ILP) yakni : 1. Siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan kesehatan sekaligus sebagai fokus penguatan promosi dan pencegahan, 2. Mendekatkan layanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat desa dan dusun, termasuk untuk memperkuat promosi dan pencegahan serta resiliensi terhadap pandemi, 3. Memperkuat Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) melalui digitalisasi dan pemantauan dengan dashboard situasi kesehatan per desa, serta kunjungan keluarga," urai dr. Ira Yulia Dianti.

Adapun jenis-jenis pelayanan pada puskesmas Bandarkedungmulyo di tahun 2025 dibagi menjadi 5 Klaster serta Pustu, Poskesdes, dan Pusling. "Kelima klaster tersebut adalah Klaster 1 : Manajemen, yakni manajemen inti puskesmas, manajemen arsip, manajemen SDM, manajemen sarana, prasarana, dan perbekalan kesehatan, manajemen mutu pelayanan, manajemen keuangan dan aset atau barang milik daerah, manajemen sistem informasi digital, manajemen jejaring dan manajemen pemberdayaan masyarakat; Klaster 2 : Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak; Klaster 3 : Kesehatan Dewasa dan Lansia; Klaster 4 : Penanggulangan Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan; Klaster 5 : Pelayanan lintas klaster diantaranya pelayanan kesehatan gigi dan mulut, pelayanan gawat darurat, pelayanan kefarmasian Modern dan Tradisional, pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat;, pelayanan rawat inap, penanggulangan krisis kesehatan; dan pelayanan rehabilitasi medik dasar," urai dr. Ira Yulia Dianti.

dr. Ira Yulia Dianti menyampaikan tantangan yang dihadapi di tahun 2025 ini yakni pilar Pengelolaan Sampah untuk menyukseskan program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), pengelolaan sampah ini sangat penting untuk dilakukan di tiap-tiap desa dengan baik. "Adapun tujuan STBM adalah untuk mencegah penyakit berbasis lingkungan, memberdayakan hidup bersih dan sehat, meningkatkan kemampuan masyarakat, serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar yang berkesinambungan," ungkapnya.

Sementara Camat Bandarkedungmulyo, Hariyanto, ia mengaku sangat mendukung program lokakarya mini lintas sektoral ini, "Dengan lokakarya ini saya mendukung, sangat positif untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kecamatan bandarkedungmulyo. Dengan melibatkan lintas sektoral dari berbagai unsur, akan memudahkan untuk menginventarisir permasalahan dan dicarikan solusi penyelesaiannya bersama-sama," ungkap Camat Bandarkedungmulyo.

Hariyanto juga menyampaikan selaras dengan program Presiden Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), "Melalui forum ini, kami pun juga ingin mempersiapkan segalanya untuk menyukseskan program tersebut khususnya di wilayah Bandarkedungmulyo, peran puskesmas sangat strategis untuk persiapan MBG nanti dengan berkolaborasi lintas sektor," pungkas Camat Bandarkedungmulyo. (her)