JATIMPOS.CO/KAB. TULUNGAGUNG - Pemerintah Kabupaten Tulungagung Jawa Timur bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, sebagai anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) ikut berpartisipasi memperkuat program strategis pengendalian inflasi dalam High Level Meeting (HLM) Tim.
HLM TPID Jawa Timur yang berada di Kabupaten Tulungagung mengusung tema “Bersama Saling Menguatkan” ini sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan bertepatan di Hari Besar Keagamaan Nasional Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H tahun 2025.
Acara dibuka oleh Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., didampingi Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M., serta dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala OPD, dan perwakilan instansi vertikal TPID, Jumat (21/3/2025).
Kepala Dinas Peternakan Mulyanto, S.Pt., MM., melalui Kabid Prasarana dan Usaha Peternakan, drh. Okky Anjas Asmoro, MM., menjelaskan bahwa Disnak Keswan berperan dalam menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau untuk masyarakat.
“Untuk pendistribusian harga penjualan utamanya telur Rp.26.000.00. beras leezzat 5kg harga Rp.69.000.00, - beras premium candi mulyo Rp.70.000, -/pack, gula pasir Rp.16.000,/Kg,” Ucapnya
Meski secara nasional operasi pasar murah telah digelar oleh pemerintah pusat, TPID Kabupaten Tulungagung mengoptimalkan intervensi pasar dengan menggelar operasi pasar di empat titik, yaitu: wilayah Taman kendang kelurahan sembung, halaman dinas ketahanan pangan, dan di gor lembu peteng UMKM Tulungagung.
“Selanjutnya yang akan datang, berlokasi dihalaman depan kantor dinas perindustrian dan perdagangan, selama bulan Ramadhan di kabupaten tulungagung tahun 2025,” ucapnya.
Mengutip berbagai sumber, operasi pasar murah di Jawa Timur telah diselenggarakan di lebih dari 1.200 titik lokasi yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Selain itu, pengawasan juga dilakukan bersama Satgas Pangan untuk mengendalikan harga dan distribusi bahan pokok.
Upaya lain yang dilakukan Pemprov Jatim untuk menekan inflasi menjelang Lebaran antara lain: mengendalikan tekanan tarif angkutan melalui penyediaan mudik gratis via jalur darat (bus) sebanyak lebih dari 350 bus dan pengangkutan 400 kendaraan roda dua, jalur laut sebanyak 53 perjalanan, penurunan tarif angkutan udara sebesar 13 - 14%.
Dan juga penyediaan posko angkutan lebaran selama H-7 sampai dengan H+7 lebaran, serta pelaksanaan kerja sama untuk mendukung pemerataan distribusi pangan, edukasi publik dan penyampaian harga rata-rata bahan pokok secara harian
Menurut drh. Okky Anjas Asmoro, Pemkab Tulungagung melalui TPID akan terus memperkuat sinergi dan inovasi dalam pengendalian inflasi, khususnya menjelang Idulfitri.
“Termasuk quick wins pengendalian inflasi menjelang HBKN idul Fitri guna mendukung tercapainya stabilitas inflasi di wilayah kabupaten tulungagung Jatim pada rentang sasaran lokal,” tandasnya.
“Harapannya ditingkat produsen, produksinya tetap lancar, harga tidak lebih melambung, sehingga tetap eksis dan ditingkat konsumen cukup atau pantas bagi mereka tidak terlalu mahal,” imbuhnya. (san)