JATIMPOS.CO/BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong efisiensi dan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, meresmikan program penggunaan drone sprayer secara gratis bagi petani, sebagai kelanjutan uji coba yang dilakukan sebelumnya di Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Senin (5/5/2025).

Drone sprayer ini dirancang untuk menyemprotkan pestisida atau pupuk dari udara, menggantikan cara manual yang memakan waktu dan tenaga. Menurut Bupati Wahono, kehadiran teknologi ini penting di tengah menurunnya jumlah tenaga kerja di sektor pertanian.

“Teknologi pertanian harus terus dikembangkan dan diinovasikan di tengah menurunnya tenaga pertanian, agar menjadi lebih efektif dan efisien,” ujar Bupati Wahono, (10/6).

Tak hanya memperkenalkan teknologi, Pemkab Bojonegoro juga akan menyediakan pelatihan dan pendampingan agar petani dapat mengoperasikan drone secara mandiri. Bupati Wahono menegaskan bahwa partisipasi generasi muda sangat dibutuhkan untuk membentuk petani masa depan yang melek teknologi.

Selain drone, program ini juga mengedepankan penggunaan pupuk organik sebagai bagian dari strategi pertanian berkelanjutan. Bupati mengingatkan bahwa penggunaan pupuk kimia berlebihan dapat merusak kesuburan tanah.

“Untuk menyuburkan tanah, tidak ada cara selain pupuk organik,” ungkap Bupati Wahono.

Pemkab berkomitmen memperluas program teknologisasi ini dengan menambahkan alat bantu pertanian lain, seperti traktor mini dan combine harvester, serta memperluas sosialisasi pertanian ramah lingkungan. [Snt]