JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN – Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti Rumah Dinas Wali Kota Madiun, Rabu (18/6/2025), saat enam pasangan pengantin mengikuti prosesi akad nikah dalam program nikah massal bertajuk Madiun Mantu. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-107 Kota Madiun.

Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, didampingi Sekretaris Daerah Kota Madiun, Soeko Dwi Handiarto, turut hadir dan menjadi saksi langsung pernikahan para pasangan yang berasal dari berbagai latar belakang usia dan kondisi sosial. Dari pasangan muda hingga pasangan lanjut usia yang terdiri dari duda dan janda, seluruhnya tampak berbahagia dalam momentum istimewa tersebut.

“Ini adalah bentuk perhatian dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat yang ingin menikah namun terkendala biaya. Semoga para pengantin hidup rukun dan bahagia,” kata Wali Kota Maidi kepada wartawan.

Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, menjadi saksi langsung pernikahan para pasangan pengantin, Rabu (18/6/2025). 

Maidi menegaskan bahwa Madiun Mantu bukan hanya seremoni, tetapi bentuk nyata kepedulian sosial. Ia menuturkan bahwa masih banyak warga yang tidak mampu menikah secara resmi karena alasan ekonomi, dan hal ini dapat menimbulkan persoalan sosial di masyarakat.

“Kalau sampai masalah ekonomi dia tidak bisa ijab, tidak bisa nikah, ini kasihan. Sehingga nanti terjadi masalah sosial di lingkungan,” ujar Maidi.

“Sudah ke rumahnya, apel terus, tidak nikah-nikah, mau nikah tidak ada biaya, ya dibiayai saja. Nikah selesai, punya anak, anak yang sah,” lanjutnya.

Maidi juga menambahkan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program sosial lainnya dalam peringatan hari jadi Kota Madiun, seperti sunatan massal yang telah digelar sebelumnya. “Kemarin sunat, ada sekitar 109 anak. Nah, selepas besar, hasil khitan dimanfaatkan hari ini. Ya sudah, sekarang kita nikahkan,” ungkapnya berseloroh.

Usai akad nikah, kegiatan dilanjutkan dengan Temu Manten Madiun Mantu 2025, di mana para pengantin tampil anggun dalam balutan busana adat Jawa berupa kebaya dan beskap hitam. Mereka dikirab dan diperkenalkan kepada masyarakat dan keluarga kedua mempelai, dengan iringan musik tradisional dalam suasana penuh budaya.

Wakil Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, bersama Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, jajaran kepala OPD, serta tokoh agama turut hadir memberi ucapan selamat. Mereka menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini sebagai simbol kebersamaan, pelestarian budaya, sekaligus bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil.

Tidak hanya prosesi pernikahan, para peserta nikah massal juga menerima berbagai fasilitas dari pemerintah, mulai dari biaya akad nikah yang ditanggung penuh, voucer menginap gratis di hotel berbintang, hingga uang saku.

Pemerintah Kota Madiun berharap kegiatan seperti Madiun Mantu dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai agenda sosial dan budaya yang menjadi ciri khas dalam peringatan hari jadi Kota Madiun. (Adv/jum).