JATIMPOS.CO/TUBAN - Kapolres Tuban, AKBP Tanasale menyebut ada 224 unit kendaraan roda dua diamankan. 151 motor diantaranya ada pengendaranya. Upaya yang dilakukan polisi merupakan buntut konvoi berujung anarkis saat malam pengesahan warga baru perguruan silat.

Pernyataan ini disampaikan Kapolres Tuban dalam konferensi pers hasil pengamanan kegiatan pengesahan warga baru perguruan silat PSHT cabang Tuban yang digelar pada 8 Juli lalu.

"Sedangkan 73 unit belum diketahui pemiliknya karena ditinggal lari saat akan dilakukan penindakan," sambung Kapolres Tanasale di hadapan wartawan didampingi Komandan Kodim Letkol Inf Dicky Purwanto, Ketua PSHT Tuban Lamidi, serta para pejabat utama, di lapangan Polres, Kamis (10/7/2025).

Saat konvoi diduga melakukan aksi pelanggaran hukum di jalanan. Artinya rombongan konvoi melanggar kesepakatan komitmen. "Karena kita sudah komitmen bersama, pasti ini akan kita tindak dengan tegas,” imbuhnya.

Sedangkan sebanyak 326 simpatisan atau penggembira ini harus menerima sanksi. Rinciannya 293 laki-laki dan 33 perempuan yang rata-rata masih remaja.

"Sebagai bentuk pertanggungjawaban, kemarin orang tuanya kita datangkan untuk menjemput," ungkap Tanasale.

Dari 326 yang diamankan beberapa diantara dilakukan untuk wajib lapor untuk pemeriksaan dan pendalaman karena diduga ada peristiwa pelanggaran hukum yang dilakukan.

Untuk kendaraan akan ditindak secara administratif. Sedangkan kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat akan dilakukan penindakan oleh Satreskrim Polres Tuban untuk mencari tahu asal-usul kendaraan tersebut.

Kapolres mengimbau agar tidak terprovokasi yang ujungnya pada ajakan tidak bertanggungjawab. Hal ini sebagaimana pengakuan yang disampaikan beberapa pemuda yang diamankan bahwa mereka mengikuti ajakan-ajakan dari orang tak dikenal yang tersebar di dunia maya.

"Ujung-ujungnya diajak untuk melakukan tindakan anarkis," tegasnya.

Lebih lanjut ia mengingatkan kepada para pelaku konvoi dari luar wilayah kabupaten agar tidak melakukan aksinya lagi di Tuban karena akan ditindak tegas.

Ketua PSHT Tuban Lamidi mengapresiasi tindakan polres dalam memberikan pengamanan saat pengesahan warga baru.  Acara berlangsung tertib, aman dan nyaman.

Pihaknya menyayangkan para simpatisan yang nekat konvoi. Ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib. "Kami juga akan menindak tegas anggota kami yang telah melanggar aturan-aturan yang ada," kata Lamidi. (min)