JATIMPOS.CO/TUBAN – Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky mengapresiasi launching Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Tuban. Ia meyakini koperasi desa di Pucangan mampu menjawab harapan masyarakat setempat.
Mas Lindra panggilan akrab Bupati Tuban mengatakan, KDMP Pucangan merupakan koperasi yang masuk mockup dari 9 koperasi di seluruh Jawa Timur. Berkat kerjasama baik dengan lintas terkait, KDMP Pucangan dipilih untuk menjadi perwakilan Jawa Timur untuk mengikuti peluncuran serentak 80.000 KDMP se-Indonesia melalui daring yang dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Bersamaan dengan itu, Presiden Prabowo meresmikan KDMP Bentangan, Klaten, Jawa Tengah.
“Saya yakin KDMP Pucangan mampu menjalankan program-program presiden yang tentu akan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Mas Lindra saat memberikan sambutan di hadapan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam peluncuran serentak di halaman gerai sembako KDMP Pucangan, Senin (21/4/2025).
Selain satu hal itu, Mas Lindra menjelaskan bahwa di Kabupaten Tuban sendiri pada 29 Juni lalu telah merampungkan pembentukan 328 KDMP. Sebagai Pembina yang menerima penghargaan dari gubernur beberapa waktu lalu di Bojoonegoro, langkah ini bentuk komitmen Kabupaten Tuban dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis koperasi.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan di hadapan para pengurus KDMP se-Jawa Timur yang digelar secara zoom. Ia berpesan pengurus memiliki inovasi dan mengambil peran kemitraan dengan berbagai stakeholder.
Ditempat yang sama, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa mengelola koperasi desa tidak boleh terpaku pada jumlah gerai usaha. Melainkan, harus melihat potensi dan kompetensi lingkungan setempat. Artinya, pesan Khofifah, tidak perlu banyak gerai usaha, namun fokus dan memaksimalkan produktivitas usaha berbasis memutus matai rantai pasok. Ia menekankan masyarakat butuh beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya. Kebutuhan itu harus dibaca sebagai peluang.
“Contoh lain, jika potensinya adalah pertanian, maka silakan koperasi ini mengembangkan sektor pertanian, perlahan nanti bisa dikembangan di gerai usaha lainnya,” pesan Khofifah kepada seluruh pengurus KDMP yang mengikuti secara zoom daring se-Jawa Timur.
Lebih lanjut dikatakan dalam peluncuran kali ini menurutnya baru genderang pembuka. Ketika semua koperasi beroperasi pendampingan pun menjadi sangat penting. Dimulai dari ini bisa menjadi pintu membuka kemitraan. Bisa bermitra dengan bulog, pertamina dan pihak bank yang memberikan akses permodalan.
Gubernur dua periode ini mengingatkan gerai koperasi di Jawa Timur harus memiliki inovasi. Jangan sampai kemiripan atau kesamaan usaha menjadi pemicu overload market. Selain itu managemen keuangan pengurus harus pula didampingi. Bukan tidak mungkin seiring perkembangan dan produktivitas KDMP, maka pengelolaan keuangan harus sistematis berbasis aplikasi.
Dalam acara ini, Gubernur Khofifah didampingi Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin. Hadir pula mendampingi Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, Direktur Perekonomian Ponpes Sunan Derajat, Gus Anas dan pejabat tinggi provinsi serta forkopimda Tuban. Acara ditutup dengan mengunjugi gerai sembako dan gerai apotek. (min)