JATIMPOS.CO/TUBAN – Wajah dan halaman Alun-alun Kabupaten Tuban kian ‘mempesona’ usai mendapat suntikan perawatan atau rehab. Letaknya yang berada di jantung kota menambah para wisatawan dan warga lokal betah berkunjung menikmati udara dan suasana kota. Ada yang berolahraga, berkumpul keluarga, atau hanya sekadar berswafoto. 

Menanggapai hal ini, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky mengungkapkan tingginya minat kunjungan ke Alun-alun Tuban harus disikapi dengan penataan sebaik mungkin. Tujuannya, agar pengunjung mendapat kesan positif dan mau kembali lagi berkunjung ke Kabupaten Tuban. "Pada gilirannya nanti akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat," tutur Mas Lindra sapaan akrab Bupati Tuban, Jumat (17/10/2025). 

Mas Lindra mengungkapkan keberadaan fasilitas publik tidak hanya untuk satu kelompok saja, tapi menjadi hak seluruh warga. Oleh karena itu, harus bisa saling memahami apa yang menjadi aspirasi masyarakat luas. Pemkab Tuban terus berupaya mengakomodasi apa yang menjadi aspirasi warga, PKL, bahkan pengunjung baik dalam maupun luar Tuban. 

Penetapan regulasi dibuat untuk menjaga satu sama lain. Diharapkan, setiap orang dapat mematuhi regulasi tersebut agar tidak ada pihak yang dirugikan. "Kita harus bisa menghormati dan mematuhi regulasi yang berlaku," tuturnya. 

Dia menjelaskan pengaturan dan pengelolaan PKL dilakukan secara humanis. Pemkab Tuban juga melakukan sosialisasi kepada PKL secara berkala, sebelum dilakukan penegakan regulasi. Dalam praktiknya, OPD terkait juga mengutamakan pembinaan dan pendampingan kepada PKL. Upaya preventif lebih dikedepankan kepada PKL dibandingkan langkah penertiban. 

Lindra mendorong PKL untuk meningkatkan produknya. Dinas terkait juga telah memberikan pelatihan kepada PKL. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas, variasi produk, hingga packaging. (min)