JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Suasana hangat menyelimuti Pendopo Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, saat jajaran TNI–Polri, kepala desa, dan pimpinan perguruan pencak silat se-Kecamatan Geger duduk bersama dalam kegiatan cangkrukan membahas keamanan wilayah, Senin (28/10/2025) malam. Forum yang dikemas santai itu menghasilkan kesepakatan bersama untuk memperkuat sinergi menjaga situasi kondusif di Kampung Pesilat, sejalan dengan semangat “Madiun Bersahaja”.

Pertemuan tersebut dihadiri Camat Geger Dony Setiawan, Danramil 0803/11 Kapten Inf Taryudi, Kapolsek Geger AKP Hafiz Prasetia Akbar, Da’i Kamtibmas Polda Jatim KH. Mahboby Ali, unsur Forkopimcam, para kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pimpinan dan pengurus perguruan silat dari berbagai aliran seperti PSHT, PSHW, Pagar Nusa, Tapak Suci, hingga Kera Sakti.

Camat Geger Dony Setiawan menekankan pentingnya komunikasi lintas elemen masyarakat untuk memperkuat koordinasi keamanan hingga tingkat desa.

“Kecamatan Geger ini barometer Kabupaten Madiun. Warganya dinamis, kritis, dan banyak desa padat penduduk. Karena itu kami membangun kanal komunikasi antara Forkopimcam dan masyarakat agar bisa cepat merespons setiap perkembangan di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Geger AKP Hafiz Prasetia Akbar menyebutkan, sinergi TNI–Polri dengan masyarakat bukan sekadar slogan. Ia menegaskan, situasi keamanan di wilayah Geger relatif kondusif dan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.

"Selama empat bulan saya bertugas, setiap gejolak yang muncul umumnya bukan dari warga setempat, melainkan dari luar daerah. Kami lakukan deteksi dini lewat Bhabinkamtibmas dan Babinsa, serta memaksimalkan layanan darurat 110 agar warga mudah mendapat bantuan,” katanya.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi program unggulan Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara, bertajuk “Pesilat Pemersatu Bangsa”. Melalui program ini, jajaran kepolisian bersama pemerintah daerah berupaya mengembalikan marwah pencak silat sebagai seni bela diri luhur yang menjunjung persaudaraan dan sportivitas.

AKP Hafiz menegaskan, pencak silat merupakan warisan budaya bangsa yang telah diakui dunia.

“Pencak silat adalah identitas bangsa yang keren. Film The Raid yang menampilkan seni bela diri ini telah mendapat pengakuan internasional. Itulah pencak silat yang seharusnya kita banggakan, bukan yang justru memecah belah karena ego sektoral,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat Pesilat Pemersatu Bangsa sejalan dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda: berbeda-beda tetapi tetap satu demi persatuan Indonesia.

Forum yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB itu diakhiri dengan kesepakatan membentuk grup komunikasi Kampung Pesilat–Forkopimcam sebagai kanal cepat untuk pertukaran informasi dan pendinginan situasi. Para peserta juga berkomitmen mendukung program keamanan nasional dari Presiden RI, Panglima TNI, Kapolri, serta kebijakan pemerintah daerah menuju Madiun Bersahaja.

Acara ditutup dengan santap malam bersama hidangan pecel khas Madiun. “Kecamatan Geger ini rumah kita bersama. Mari kita jaga martabat Kampung Pesilat dengan kedewasaan dan persaudaraan,” tutur Camat Dony Seriawan. (jum).