JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Pemerintah Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, menggelar kegiatan peningkatan kompetensi bagi para pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) se-Kecamatan Dagangan di kawasan wisata Lembah Wilis, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan yang diikuti oleh pengurus BUMDesa dari 17 desa se-Kecamatan Dagangan ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan dan profesionalisme pengelolaan BUMDesa dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Acara dibuka oleh Sekretaris Camat Dagangan, Dedy Anggoro, yang hadir mewakili Camat Dagangan.
Ketua panitia kegiatan yang juga Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan (PMP) Kecamatan Dagangan, Hanif Rifai, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi momentum penting bagi pengurus BUMDesa untuk membangun tata kelola yang lebih inovatif, transparan, dan berdaya saing.
“BUMDesa merupakan motor penggerak ekonomi lokal. Karena itu, peningkatan kemampuan pengurus menjadi kunci agar BUMDesa tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Hanif.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yakni Karon Suprapto, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Dinas PMD Kabupaten Madiun, dan Deyisnil Fariadi, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Madiun.
Dalam pemaparannya, Deyisnil Fariadi menjelaskan pentingnya peran BUMDesa dalam pengelolaan program ketahanan pangan desa. Berdasarkan regulasi yang berlaku, sedikitnya 20 persen dari total Dana Desa harus dialokasikan untuk ketahanan pangan, dan pelaksanaannya didorong agar dijalankan oleh BUMDesa atau lembaga ekonomi desa.
“Ketahanan pangan desa ini wajib dieksekusi oleh BUMDesa jika sudah memiliki legalitas. Setelah memenuhi persyaratan seperti musyawarah desa, peraturan desa penyertaan modal, dan analisa usaha, pelaksanaannya sepenuhnya menjadi tanggung jawab BUMDesa,” terang Deyisnil Fariadi.
Ia menambahkan, kebijakan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kolaborasi antara BUMDesa dan dapur penyedia pangan di desa.
Lebih lanjut, Deyisnil Fariadi menilai masih ada sejumlah BUMDesa di Kabupaten Madiun yang dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsinya. Menurutnya, hal itu bukan semata karena kurangnya kemampuan teknis, tetapi juga karena kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan desa.
"Memang ada BUMDesa yang terkesan belum greget, tapi itu juga karena kehati-hatian. Justru ini hal baik agar pengelolaan dana desa tidak salah arah. Tantangannya sekarang bagaimana memilih pengurus yang punya jiwa bisnis dan mampu membangun kepercayaan dengan pemerintah desa,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang intens antara pengurus BUMDesa dan pemerintah desa agar arah usaha dapat sejalan dengan visi pembangunan desa dan peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Selain pemaparan materi, pelatihan juga diisi dengan sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman antar-pengelola BUMDesa yang telah berhasil mengembangkan unit usaha produktif di wilayahnya.
Pemerintah Kecamatan Dagangan berharap kegiatan ini dapat memperkuat peran BUMDesa sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat, sekaligus mempercepat terwujudnya kemandirian desa di wilayah Kabupaten Madiun. (jum).