JATIMPOS.CO/TUBAN - Pemkab Tuban menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi ke-732 Kabupaten Tuban tahun 2025, Rabu (12/11/2025) di Alun-alun Tuban. Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky.

Peserta upacara Jajaran Forkopimda Tuban, Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Kepala Kanwil Kementerian Hukum Jawa Timur, pimpinan instansi vertikal, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, Camat se-Kabupaten Tuban, perwakilan tokoh agama, masyarakat, organisasi kepemudaan, komunitas, serta seluruh pegawai Pemkab Tuban, mahasiswa, dan pelajar.

Bupati Lindra menyerahkan sejumlah penghargaan pada berbagai bidang. Mulai dari tata kelola pemerintah, pelayanan publik, kesehatan, olahraga, keagamaan, hingga tingkat desa.

Ia bersyukur atas perjalanan panjang Bumi Ronggolawe yang berdiri selama 732 tahun. Usia tersebut mencerminkan keteguhan dan semangat kebersamaan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

“Usia 732 tahun sudah Bumi Ronggolawe berdiri teguh di atas nilai-nilai luhur dan tumbuh dengan semangat kebersamaan yang tak pernah padam. Kita mewarisi semangat para pejuang yang menanamkan nilai pengabdian yang harus terus kita lanjutkan,” ungkap Bupati Tuban.

Mengusung tema “Lanjutkan Karya Bersama”, Bupati Lindra menegaskan bahwa semangat tersebut menjadi panggilan untuk meneruskan karya pembangunan dan pelayanan publik yang telah dirintis sebelumnya. Ia menekankan pentingnya integritas, loyalitas, dan kolaborasi seluruh aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Mas Lindra juga menyoroti capaian pembangunan dan berbagai inovasi Pemkab Tuban, di antaranya hadirnya layanan publik yang semakin humanis seperti Bus “Si Mas Ganteng”, pembangunan GOR Rangga Jaya Anoraga, serta ruang terbuka hijau Tuban Abirama dan Tuban Abhipraya. Semua itu menjadi simbol keseimbangan antara pembangunan, kesehatan, dan kebahagiaan masyarakat.

Pada momentum bersejarah ini, Pemkab Tuban juga menerima sertifikat Indikasi Geografis (IG) Batik Tulis Tenun Gedhog Tuban yang resmi diterbitkan dan diserahkan bertepatan dengan Hari Jadi ke-732.

“Ini bukan hanya pengakuan terhadap warisan budaya leluhur, tetapi juga bukti kerja keras masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian batik tenun gedhog Tuban. Ke depan, Pemkab bersama Dekranasda akan terus memperkuat industri kecil menengah, khususnya sektor batik dan tenun,” jelas Bupati.

Apresiasi juga diberikan kepada putra-putri terbaik Tuban yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional, seperti Muhammad Mario Habigin, peraih medali emas di ajang World Skills ASEAN Filipina 2025, serta Dwiky Firmansyah, atlet atletik yang berhasil memecahkan rekor nasional junior. Menurutnya, mereka adalah simbol harapan Kabupaten Tuban, yaitu generasi muda Tuban harus terus berprestasi dan menjadi bagian dari pembangunan daerah.

Lindra menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi, menjaga semangat kebersamaan, dan meninggalkan warisan pembangunan yang bermanfaat bagi generasi mendatang. “Jangan pernah padamkan nyala semangat Ronggolawe. Mari kita ukir sejarah baru dan jadikan Tuban sebagai mercusuar di Jawa Timur, kebanggaan Indonesia,” pungkasnya. (min)