JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Dinas Sosial Kabupaten Madiun kembali menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) Modal Usaha dan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Graduasi tahun 2025 kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah Kecamatan Saradan. Setiap KPM mendapatkan bantuan sebesar Rp3 juta yang diperuntukkan bagi pengembangan usaha mandiri.

Penyaluran bantuan dilakukan di kantor kas Saradan Perumda BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun, Pasar Sayur Caruban, Kamis (11/12/2025). Proses penyerahan berjalan dengan pendampingan petugas Program Keluarga Harapan. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program PKH Graduasi Kementerian Sosial.

Sebelumnya, penyaluran secara simbolis telah dilakukan di Pendopo Muda Graha pada Senin (24/11/2025), oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Purnomo Hadi, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriadi.

Menurut data Dinas Sosial, sebanyak 180 KPM menerima bantuan tahun ini. Dari jumlah tersebut, 130 KPM merupakan peserta PKH graduasi, sementara 50 KPM lainnya adalah penerima baru bantuan modal usaha.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriadi, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kesejahteraan sosial. Program ini sekaligus ditujukan untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui usaha produktif.

“Ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Madiun untuk mendorong kemandirian ekonomi KPM, memperkuat ketahanan sosial ekonomi, serta memberikan kesempatan untuk memulai dan mengembangkan usaha produktif,” ujar Supriadi.

Ia menambahkan, keberlanjutan usaha para penerima akan dipantau dan dievaluasi setiap tahun. KPM yang menunjukkan perkembangan positif berpeluang memperoleh peningkatan bantuan serta mendapat pendampingan lanjutan melalui dinas terkait.

“Harapannya, jika program ini berjalan baik dan usaha mereka berkembang, angka kemiskinan di Kabupaten Madiun dapat terus menurun,” katanya.

Eka, warga Desa Klumutan, mengaku bantuan PKH graduasi yang diterimanya akan digunakan untuk menambah modal usaha dagang kelontong atau warung sembako yang selama ini ia jalankan. Hal serupa disampaikan Sri Purwati, warga setempat yang juga berencana memanfaatkan bantuan tersebut untuk memperkuat usahanya berdagang.

“Terima kasih atas bantuan usaha ini, mudah-mudahan bermanfaat dan barokah, usaha lancar,” ujarnya.

Para penerima bansos ini juga menyatakan bersedia melakukan graduasi mandiri dari kepesertaan PKH. Mereka menilai kondisi ekonomi keluarga telah lebih baik, memiliki usaha yang mampu menjadi sumber penghasilan, dan siap melepas status penerima bantuan sosial.

Dengan graduasi mandiri tersebut, mereka memahami bahwa ke depan tidak lagi menerima bantuan dari program yang selama ini diikuti. Pemerintah berharap, kemandirian ini dapat menjadi contoh bagi keluarga lain untuk meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. (jum).