JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Madiun melalui harmonisasi tiga pilar bersama paguyuban kampung pesilat. Salah satunya kegiatan sarasehan yang digelar di Pendopo Kecamatan Geger, Senin (6/4/2026).
Sarasehan ini dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Madiun Supriyadi, serta Kepala Bakesbangpol Kabupaten Madiun Hestu Wiradrian.
Selain itu juga hadir jajaran Forkopimcam, kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan paguyuban kampung pesilat dari 10 perguruan silat di Kecamatan Geger.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menciptakan kondisi kamtibmas yang kondusif, khususnya di wilayah Kecamatan Geger.
“Ini bagian dari upaya kita mengantisipasi berbagai kegiatan masyarakat, terutama yang melibatkan anak-anak muda, agar tetap berjalan dengan aman dan kondusif. Beberapa kejadian sebelumnya kita harapkan tidak terulang kembali,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara tiga pilar—pemerintah desa, TNI, dan Polri—dengan para pengurus perguruan pencak silat untuk menjaga stabilitas daerah.
Menurutnya, peran aktif kampung pesilat sangat strategis dalam mendukung terciptanya situasi yang aman. “Kami berharap para pengurus perguruan benar-benar ikut berkontribusi dalam menjaga kamtibmas di Kabupaten Madiun,” kata dia.
Selain itu, Bupati yang akrab disapa Hari Wur ini mendorong penguatan kembali budaya gotong royong di masyarakat, seperti mengaktifkan pos kamling dan kegiatan positif bagi generasi muda.
“Menjelang Hari Jadi Kabupaten Madiun, kegiatan seperti lomba pos kamling atau aktivitas anak muda bisa digelar. Ini penting agar energi mereka tersalurkan ke hal-hal yang positif,” tuturnya.
Hari Wur juga menyoroti pentingnya deteksi dini terhadap potensi konflik di masyarakat. Ia meminta para kepala desa dan pemangku wilayah meningkatkan komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda.
“Kepekaan itu penting. Kalau ada kerumunan atau sesuatu yang mencurigakan, harus segera ditanya dan direspons. Masyarakat juga punya peran untuk menyampaikan informasi,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Geger Dodi Setiawan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penyatuan visi dan misi seluruh elemen di Kecamatan Geger.
Menurut dia, kamtibmas tidak hanya berkaitan dengan keamanan semata, tetapi juga mencakup keberhasilan pembangunan desa, termasuk pengelolaan APBDes yang membutuhkan dukungan semua pihak.
“Kami ingin seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga perguruan silat, dapat bersinergi menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.
Ia berharap melalui sinergi tersebut, visi Kabupaten Madiun “Bersahaja” yang berarti bersih, sehat, dan sejahtera dapat terwujud dalam lima tahun ke depan.
“Harapan kami, ini bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar bisa diwujudkan bersama melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat,” kata Dodi. (jum).
