JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar kegiatan penguatan IKM melalui hilirisasi produk olahan jagung menjadi produk bernilai tinggi dalam rangka mendorong pembentukan industri kecil di tingkat desa. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian, khususnya jagung, yang selama ini masih banyak dijual dalam bentuk bahan baku.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan pelatihan ini diharapkan mampu mengubah pola ekonomi masyarakat dari sekadar menjual hasil panen menjadi memproduksi olahan bernilai ekonomi lebih tinggi.

“Selama ini produk pertanian kita dijual dalam bentuk mentah. Dengan pelatihan ini, kami harapkan masyarakat bisa mengolahnya menjadi produk seperti popcorn, keripik, dan lainnya, sehingga memberikan nilai tambah,” ujar Hari Wur panggilan akrab Bupati Madiun.

Ia menambahkan, pengolahan jagung tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja baru yang berdampak pada penurunan angka pengangguran.

Menurut dia, program pelatihan ini sejalan dengan visi Kabupaten Madiun “Bersahaja” (Bersih, Sehat, dan Sejahtera), yang menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal.

Pemkab Madiun juga menggandeng pemerintah provinsi untuk mendukung pengembangan industri olahan berbasis pertanian. Nantinya, hasil produksi masyarakat diharapkan dapat terserap oleh perusahaan-perusahaan yang telah menjalin kerja sama.

“Kalau masyarakat punya kegiatan yang menghasilkan pendapatan, tentu arahnya pada kesejahteraan. Itu yang menjadi target utama kami,” katanya.

Selain pelatihan olahan jagung, pemerintah daerah juga memberikan pelatihan lain, seperti pengolahan melon serta pelatihan keterampilan kerja, termasuk persiapan uji kompetensi pengelasan yang diikuti puluhan peserta.

Hari Wur mengungkapkan, upaya tersebut terbukti berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran di Kabupaten Madiun. Pada tahun sebelumnya, angka pengangguran berhasil ditekan dari 4,22 persen menjadi sekitar 3 persen.

“Penurunannya cukup signifikan, sekitar 1,02 persen. Ini akan terus kita dorong agar angka pengangguran bisa lebih rendah, bahkan di bawah rata-rata provinsi dan nasional,” ujarnya.

Melalui berbagai pelatihan tersebut, Pemkab Madiun berharap lahir pelaku-pelaku usaha baru di sektor industri kecil berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa. (jum).