JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar program Bahana Bersahaja di Desa Bodag, Kecamatan Kare, selama dua hari pada 12-13 Mei 2026. Desa yang dikenal sebagai sentra kakao dan durian itu menjadi pusat pelayanan masyarakat sekaligus lokasi pelaksanaan tiga agenda besar pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat.
Tiga agenda tersebut meliputi apel kerja bakti sekaligus pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Kabupaten Madiun Tahun 2026, paparan kunjung lapang evaluasi pelaksana terbaik 10 program pokok PKK tingkat Kabupaten Madiun dan Posyandu, serta pembukaan peringatan hari kesatuan gerak PKK Kabupaten Madiun.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, kegiatan sarasehan dan pelayanan masyarakat bulan ini dipusatkan di Desa Bodag karena desa tersebut berhasil menjadi juara satu lomba desa tingkat Kabupaten Madiun. Desa Bodag juga masuk nominasi lima besar pelaksana terbaik 10 program pokok PKK tingkat Kabupaten Madiun.
Menurutnya, program Bahana Bersahaja menjadi bentuk pendekatan langsung pemerintah kepada masyarakat dengan menghadirkan berbagai layanan terpadu di desa.
“Harapannya seluruh rangkaian program ini mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, mulai administrasi kependudukan, sensus ekonomi, layanan hukum, keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga perpajakan dan perpanjangan SIM,” ujar Hari Wuryanto, Rabu (13/5/2026).
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Madiun memiliki visi mewujudkan daerah yang “BERSAHAJA” atau Bersih, Sehat, dan Sejahtera. Visi tersebut, kata dia, tidak akan tercapai tanpa dukungan dan kolaborasi seluruh masyarakat.
Hari Wuryanto juga mengajak masyarakat membangun budaya bersahaja di berbagai sektor, mulai dari menjaga lingkungan, memperkuat kegiatan sosial, pembangunan ekonomi, pemerataan wilayah, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyoroti program “Satu Rumah Satu Pohon Produktif” yang ditargetkan rampung di seluruh wilayah Kabupaten Madiun pada 2026. Program tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menghadapi dampak perubahan iklim.
“Semoga Kabupaten Madiun tetap aman, tenteram, sejahtera, dan menjadi Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi menekankan pentingnya pelayanan kesehatan dalam program Bahana Bersahaja.
Menurutnya, program tersebut dirancang untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat dengan menghadirkan layanan langsung di desa, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis dan layanan dokter spesialis di Desa Bodag.
dr. Pur, panggilan akrab Wakil Bupati Madiun ini mengajak masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan gratis untuk mendeteksi penyakit sejak dini, terutama penyakit tidak menular seperti diabetes yang dapat memicu komplikasi serius pada ginjal, paru-paru, hati hingga stroke.
Ia mengimbau warga yang mengalami gejala seperti kesemutan, mudah lelah, maupun keluhan kesehatan lainnya agar segera memeriksakan diri.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penanganan Tuberkulosis (TBC). Warga yang mengalami batuk lebih dari tiga minggu, penurunan berat badan tanpa sebab, serta keringat dingin pada malam hari diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas.
“Pengobatan TBC tersedia gratis dan bisa sembuh total apabila rutin menjalani pengobatan selama enam bulan,” ujar Purnomo Hadi.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan menghadapi potensi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino 2026. Masyarakat diimbau menjaga kelestarian sumber air, meningkatkan penghijauan, serta mewaspadai penyakit ISPA dengan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas berat di luar ruangan saat cuaca terik. (Adv/jum).
