JATIMPOS.CO/TUBAN – Audiensi paguyuban pedagang dan penarik becak parkiran wisata Kebonsari dengan DPRD Tuban menemui titik sepakat. Buah dari forum tersebut para pihak berharap dinamika ini dapat menciptakan suasana ekonomi yang lebih baik.

Dalam sejumlah tuntutan yang dilayangkan paguyuban, prinsipnya legislatif dan eksekutif memahami keinginan penggerak ekonomi di sekitar Terminal Kebonsari. DPRD memastikan roda dan rantai ekonomi di kawasan terminal akan kembali prima.

Ketua Komisi I DPRD Tuban, Suratmin yang menerima rombongan paguyuban ini menyambut baik puluhan tukang becak dan pedagang Terminal Kebonsari, di ruang paripurna pada Selasa (2/6/2026). Di hadapan mereka ia menjelaskan bahwa Pemkab Tuban tidak ada niatan menggerus sumber pencaharian masyarakat di kawasan tersebut. Bahkan, pemerintah daerah berupaya merumuskan gagasan agar di lokasi terminal kebonsari melahirkan ekosistem ekonomi yang lebih produktif.

Di hadapan massa aksi yang tertib, Suratmin membeberkan bahwa Pemkab Tuban telah merencanakan bagaimana pengunjung bisa betah saat menginjakkan kaki di lokasi wisata Kebonsari. Konsep ini diyakini bisa menjadi awal menciptakan iklim berwisata yang lebih nyaman. Dalam ruang kenyamanan ini dipastikan akan membawa impact positif terhadap pedagang dan berbagai kalangan pengais rezeki di lokasi.

“Terlepas dari semua itu sebenarnya Mas Bupati sudah merencanakan skema besar. Dengan harapan pengunjung yang masuk ke Tuban lebih nyaman, lebih banyak, dan tentu semua pedagang, semua angkutan mendapatkan berkah rejeki,” kata Suratmin menjelaskan rencana terbaik untuk kemaslahatan.

 

Ketua Komisi I DPRD Tuban, Suratmin didampingi Siswanto dan sejumlah anggota dewan lainnya menemui rombongan paguyuban di depan pintu masuk Kantor DPRD Tuban.


 

Terkait penataan dan penertiban operasional shuttle dan beberapa keinginan lainnya, pihak DPRD akan terus berupaya menyajikan langkah konkrit yang terbaik guna tercapainya harapan bersama.

Sementara itu perwakilan paguyuban Teguh Suyono berharap komitmen dari pemkab. Sekalipun dalam audiensi sudah memutuskan untuk saling sepakat, paguyuban menilai keseriusan Pemkab Tuban dalam mencarikan solusi bagi para pencari nafkah dianggap belum ada progress yang signifikan. Mereka berharap jajaran yang memiliki kewenangan dan otoritas membaca potret kehidupan di area terminal dengan detail sehingga tindak lanjutnya tidak sekadar wacana.

“Kami mohon ada jalan yang solutif, agar persoalan ini membuahkan hasil yang saling memberikan manfaat,” terangnya.

Sebagaimana diketahui keresahan para abang becak dan pedagang yang mengaku kehilangan pendapatan dipicu sejak shuttle beroperasi. Mereka menilai arus wisatawan yang tidak lagi melalui Terminal Kebonsari membuat aktivitas ekonomi masyarakat sekitar terminal lesu. (min)