JATIMPOS.CO/BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar aksi nyata dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Gerakan Indonesia Asri. Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, memimpin langsung agenda yang dipusatkan di sumber mata air Sendang Kunci, Desa Kunci, Kecamatan Dander.
Setyo Wahono mengingatkan bahwa dampak perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, dan cuaca ekstrem sudah menjadi ancaman nyata. Menghadapi tantangan ini, ia menegaskan perlunya komitmen bersama dari seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga bumi.
"Gerakan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah langkah gotong royong berkelanjutan melalui kolaborasi kuat pemerintah, swasta, akademisi, hingga seluruh elemen masyarakat," ujar Bupati Wahono.
Ia mendorong warga untuk mengubah perilaku sehari-hari demi kelestarian alam. Beberapa langkah kecil yang bisa diterapkan antara lain mengurangi penggunaan plastik, bijak menggunakan air dan energi, memilah sampah, serta aktif melakukan penghijauan.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Bojonegoro terus menggenjot program berbasis lingkungan. Mulai dari pengembangan ekonomi hijau, perbaikan tata kelola sampah, hingga perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pada momen ini, Bupati juga menyerahkan bibit buah matoa kepada Kepala Desa Kunci untuk memicu gerakan menanam pohon di area resapan air.
"Kita menjaga alam hari ini demi menjamin tersedianya air bersih dan udara segar untuk generasi masa depan," pungkasnya.
Selepas apel, Bupati bersama jajaran Forkopimda, OPD, pelajar, dan warga sekitar langsung turun tangan menanam pohon dan membersihkan kolam sendang.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, Luluk Alifah, menambahkan bahwa lewat tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, pihaknya ingin membangun kesadaran warga dalam menjaga ekosistem air.
“Sendang Kunci adalah urat nadi kehidupan warga. Kami ingin memastikan fungsi resapan dan pasokan airnya tetap optimal. Kami meminta masyarakat ikut merawatnya dengan tidak membuang sampah sembarangan dan membiasakan memilah sampah dari rumah,” kata Luluk. (nto)