JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – Pemerintah Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, menggelar rapat penguatan internal untuk memperkuat implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Taman Wisata Lembah Wilis, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kecamatan Dagangan. Fokus utama rapat adalah menyelaraskan dokumen perencanaan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU), serta memperbaiki kualitas pelayanan publik di 17 desa.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Madiun, Sri Diana Dewi Kusumaningrum, memaparkan strategi optimalisasi kinerja perangkat daerah agar mampu meningkatkan kualitas akuntabilitas dan pelaporan kinerja. Kemudian, Inspektur Joko Lelono memaparkan capaian kinerja Kecamatan Dagangan dalam implementasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Camat Dagangan Joko Susilo mengatakan, seluruh ASN harus memahami bahwa setiap pekerjaan tidak hanya harus terlaksana, tetapi juga didukung administrasi dan pelaporan yang baik.

"Semua kegiatan harus tercatat dan terdokumentasi. Karena, jika administrasinya tidak lengkap, pekerjaan yang sudah dilakukan seolah-olah tidak terlihat dalam penilaian kinerja," ujar Joko Susilo.

Camat Dagangan Joko Susilo membuka rapat penguatan internal Kecamatan Dagangan memperkuat implementasi SAKIP di Taman Wisata Lembah Wilis, Selasa (14/7/2026).

Menurut dia, budaya tertib administrasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, Kecamatan Dagangan juga menargetkan peningkatan predikat SAKIP dari nilai BB yang diraih pada penilaian sebelumnya menjadi A pada tahun ini, sejalan dengan target Pemerintah Kabupaten Madiun.

"Target dari Bupati, nilai SAKIP tahun ini harus mencapai A. Karena itu, seluruh ASN harus memahami prosesnya dan bekerja bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab satu bagian saja," katanya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah langkah strategis, di antaranya penyelarasan dokumen perencanaan agar linier dengan RPJMD, penguatan kepatuhan internal dan disiplin ASN, peningkatan standar pelayanan publik yang transparan dan efisien, serta optimalisasi digitalisasi pelayanan dan sistem pelaporan berbasis elektronik.

Sementara itu, hasil evaluasi SAKIP menunjukkan komponen perencanaan kinerja tetap stabil, sedangkan pengukuran kinerja mengalami peningkatan signifikan berkat pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara rutin.

Namun, aspek pelaporan kinerja masih menjadi perhatian karena nilainya menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Tim evaluasi juga menemukan sejumlah catatan, seperti penggunaan dokumen acuan yang belum sesuai dengan Renstra terbaru, penyajian laporan program yang kurang rinci, serta masih ditemukannya kesalahan redaksional dalam dokumen.

Melalui rapat penguatan internal ini, Pemerintah Kecamatan Dagangan berharap kualitas perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan kinerja semakin baik sehingga mampu meningkatkan nilai SAKIP sekaligus memperkuat akuntabilitas dan kualitas pelayanan publik di tingkat kecamatan. (jum).