JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – Pemerintah Kabupaten Madiun menegaskan komitmennya mendukung penuh penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto saat menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus Penetapan Calon Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Madiun bertema "Menanam Harapan, Menumbuhkan Masa Depan Melalui Sekolah Rakyat" di Aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Madiun, Jumat (31/7/2026).

Hari Wur mengatakan, kepercayaan dari Kementerian Sosial kepada Kabupaten Madiun merupakan amanah yang akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Madiun, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia. Kami bersama seluruh jajaran berkomitmen mengantarkan anak-anak kami hingga sukses," kata Hari Wur.

Menurut dia, Sekolah Rakyat bukan sekadar menyediakan ruang belajar, tetapi menjadi investasi jangka panjang untuk membangun masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Kami ingin betul-betul sesuai harapan Bapak Presiden, Sekolah Rakyat ini menghasilkan anak-anak yang luar biasa. Jangan khawatir, Insya Allah kami semua akan membantu anak-anak mencapai cita-cita dan masa depan yang lebih sukses," ujarnya.

Hari Wur juga berpesan kepada para siswa agar tidak pernah merasa rendah diri karena keterbatasan ekonomi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ditentukan oleh kemauan belajar, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.

"Kesempatan ini mungkin tidak datang dua kali. Gunakan sebaik-baiknya. Negara percaya pada potensi yang kalian miliki, maka buktikan dengan semangat belajar, akhlak yang baik, dan prestasi yang membanggakan," tuturnya.

Kepada para orang tua, Hari Wur meminta agar mengubah rasa khawatir menjadi doa dan kepercayaan. Menurutnya, Sekolah Rakyat akan membentuk karakter peserta didik menjadi generasi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari Forkopimda, dunia usaha, hingga tokoh masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberlangsungan program tersebut.

"Ketika satu anak berhasil mengubah hidupnya melalui pendidikan, sesungguhnya kita sedang memutus rantai kemiskinan dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik," katanya.

Hari Wur berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Madiun mampu melahirkan generasi berkarakter sesuai semangat Satria Bersahaja, yakni santun, tangguh, religius, adaptif, berprestasi, sehat, jujur, dan amanah.

Sementara itu, Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial RI, Dr. Rachmat Koesnadi, mengatakan MPLS serentak digelar di hampir 50 Sekolah Rakyat Terintegrasi di seluruh Indonesia.

Namun, khusus di Kabupaten Madiun, pelaksanaan MPLS secara penuh di asrama diperkirakan mundur sekitar satu minggu hingga 10 hari karena proses penyelesaian fasilitas asrama masih berlangsung.

"Asrama masih dalam tahap finishing, pembersihan, serta pemasangan fasilitas mandi dan toilet. Kami ingin memastikan seluruh fasilitas aman sebelum ditempati sekitar 360 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA," ujar Dr. Rachmat Koesnadi.

Di kesempatan yang sama, Kepala Sekolah Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Madiun, Rohmah Agustin Setyowahyuni, menegaskan bahwa penetapan calon siswa menjadi awal hadirnya negara dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Ini bukan sekadar penetapan calon siswa, tetapi ikhtiar bersama memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan dekat dengan masyarakat," katanya. (jum).