JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN – Potensi pasar modal di wilayah Madiun Raya dinilai cukup besar. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat rata-rata nilai transaksi pasar modal di wilayah tersebut dapat mencapai sekitar Rp1 triliun dalam satu bulan.

Hal itu disampaikan Kepala Wilayah BEI Jawa Tengah 2 dan Madiun Raya, Mohammad Wira Adibrata, dalam kegiatan Silaturahmi dan Sharing Discussion Wartawan Kota Madiun di Nawasena Garden Resto & Ballroom, Kamis (20/8/2026).

Menurut Wira, nilai transaksi tersebut menunjukkan masyarakat Madiun Raya mulai mengenal dan memanfaatkan instrumen investasi di pasar modal. Namun, jumlah investor dinilai masih relatif sedikit dibandingkan potensi yang ada.

“Potensinya sangat besar, tetapi kalau dilihat dari jumlah investornya masih tergolong sedikit,” ujar Wira.

Kondisi tersebut menunjukkan literasi pasar modal di Madiun Raya belum merata. Karena itu, BEI terus mendorong perluasan akses informasi dan edukasi agar masyarakat memahami mekanisme investasi sekaligus dapat menjadikan pasar modal sebagai salah satu alternatif investasi.

Wira mengatakan, tren investasi saat ini juga semakin banyak diminati generasi muda, termasuk Gen Z. Kemudahan akses digital menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya ketertarikan anak muda terhadap pasar modal.

Selain itu, investasi kini dapat dimulai dengan modal relatif terjangkau, sekitar Rp30.000 hingga Rp50.000. Kondisi tersebut membuat investasi pasar modal semakin inklusif dan dapat diakses masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi.

Paparan informasi melalui media sosial juga turut mendorong ketertarikan generasi muda. Beragam konten mengenai investasi dan perkembangan pasar modal membuat anak muda semakin mudah mendapatkan informasi sekaligus tertarik mencoba berinvestasi.

Meski demikian, BEI mengingatkan masyarakat agar tidak sekadar mengikuti tren. Edukasi dan pendampingan diperlukan supaya calon investor mampu membedakan investasi legal dan ilegal serta tidak terjebak investasi bodong.

Masyarakat juga diimbau memilih instrumen investasi resmi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemahaman terhadap risiko investasi menjadi hal penting karena potensi keuntungan yang tinggi juga disertai risiko yang sepadan.

Melalui kegiatan edukasi dan diskusi bersama wartawan, BEI berharap informasi mengenai kondisi pasar modal dapat semakin luas diterima masyarakat. Dengan demikian, pertumbuhan jumlah investor di Madiun Raya diharapkan berjalan seiring dengan meningkatnya literasi dan pemahaman masyarakat terhadap investasi. (jum).