JATIMPOS.CO//NGAWI – Sartini tak kuasa menahan air mata karena anaknya, Nindya Prastica Kirana, dapat bersekolah di Sekolah Rakyat Kabupaten Ngawi. Perempuan asal Kecamatan Kendal ini menyampaikan Sekolah Rakyat sangat membantu keluarga kurang mampu.

“Kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, terima kasih banyak telah membangun dan mengadakan sekolah rakyat, yang sangat membantu untuk keluarga yang kurang mampu, untuk anak-anak yang putus sekolah, memberi kesempatan kepada anak-anak untuk menggapai cita-citanya, dan masa depan yang lebih cerah,” kata Sartini haru.

Pernyataan tersebut disampaikan Sartini saat berdialog dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Sekolah Rakyat Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Gus Ipul hadir di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB dan disambut penampilan siswa Sekolah Rakyat. Para siswa menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari yel-yel, tari tradisional, pencak silat, paduan suara hingga puisi.

Dalam arahannya, Gus Ipul menyampaikan bahwa Kabupaten Ngawi sebelumnya tidak mempunyai Sekolah Rakyat rintisan, namun langsung mengusulkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Tahun ini, sekolah tersebut telah mulai beroperasi.

“Saya berterima kasih sama Pak Bupati, Kabupaten Ngawi ini tidak ada sekolah rintisan. Biasanya di tempat lain itu ada sekolah rintisan, Sekolah Rakyat dibuka menggunakan gedung-gedung sementara milik pemerintah. Tapi Kabupaten Ngawi, langsung mengusulkan tanah untuk dibangun gedung permanen sekolah,” kata Gus Ipul.

Sekolah Rakyat Kabupaten Ngawi saat ini mengampu total 220 siswa, terdiri dari jenjang SD sebanyak 18 siswa, SMP sebanyak 90 siswa, dan SMA sebanyak 112 siswa.

“Memang masih ada beberapa yang nanti akan dilakukan penjangkauan kembali, khususnya yang di tingkat sekolah dasar,” ujarnya.

Gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Ngawi diharapkan dapat menampung lebih dari seribu siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Gus Ipul menjelaskan, para siswa di Sekolah Rakyat merupakan hasil penjangkauan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya Desil 1 dan 2.

“Di situ (penjangkauan) dilakukan asesmen, setelah itu dilakukan juga koordinasi dengan Kemendikdasmen, dengan BPS, pemerintah daerah, lalu nanti diplenokan, setelah itu ditandatangani oleh Pak Bupati, baru kita tetapkan sebagai siswa sekolah rakyat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul mengungkapkan bahwa Sekolah Rakyat berkonsep asrama atau boarding school. Selain mendapatkan pendidikan akademik, para siswa juga mendapatkan pendidikan karakter.

Gus Ipul menilai masa-masa awal pembelajaran di Sekolah Rakyat menjadi masa penting dalam pendidikan karakter siswa, mengingat mereka harus beradaptasi dengan situasi baru di sekolah tersebut.

“Maka itu saya titipkan penyelenggaraan sekolah rakyat ini kepada Pak Bupati untuk bisa dikawal, diawasi, dibimbing, dan diberi penguatan-penguatan,” kata Gus Ipul.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan akan terus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kabupaten Ngawi.

“Tentu kami di pemerintah daerah akan terus men-support apa yang menjadi komitmen kami bersama-sama dengan pemerintah pusat dalam rangka turut mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Ony. (red)