JATIMPOS.CO//AMBON- Pertolongan pertama buat masyarakat, bukan lagi monopoli petugas medis. Namun, dengan berbagai bencana yang terjadi selama ini, masyarakat umum pun, harus tau ilmu untuk menolong orang dalam keadaan kedaruratan.

Menyadari hal itu, Komando Daerah Angakatan Laut (Kodaeral) IX Ambon, sehari kemarin (11/9/2026) mengadakan pelatihan. Kegiatan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang sangat bermanfaat untuk masyarakat ini, diikuti 425 peserta.

Kegiatan TNI AL ini, dalam rangka Hari TNI ke 81, yang akan berlangsung pada 5 Oktober 2026. Di Ambon, kegiatannya di Gedung Leimena, Kodaeral IX, Halong, kota Ambon.

Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., bersama sejumlah Pejabat Utama Kodaeral IX, Perwira Diskes dan Rumkital dr. F.X. Soehardjo, Pengurus Jalasenastri, Guru, masyarakat umum, pelajar SMA Sekolah Rakyat Ambon ikut jadir.

Acara ini, mengusung tema, “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Kegiatan pelatihan BHD ini, menjadi sarana edukasi. Untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan awal pada kondisi kegawat daruratan. Khususnya ketika menghadapi korban henti jantung dan henti napas.

Materi pelatihan disampaikan Lettu Laut (K/W) dr. Gina Melawati Agustina. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai konsep dan tahapan BHD, yang kemudian dilanjutkan dengan peragaan serta praktik secara langsung menggunakan alat peraga.

Pelaksanaan kegiatan juga terhubung secara vicon dengan Mabes TNI dan dipimpin Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., M.A.R.S., CFrA., didampingi Direktur Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik BHD secara massal yang diikuti seluruh peserta secara bersama-sama.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kesehatan dalam rangka HUT ke-81 TNI.

Kegiatan serupa di jajaran TNI juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pertolongan awal sebelum korban memperoleh penanganan tenaga medis.

Melalui kegiatan ini, Kodaeral IX turut memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat sekaligus mendorong terbentuknya kemampuan dasar menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

"Bagi pelajar dan masyarakat, keterampilan BHD diharapkan dapat menjadi bekal praktis yang dapat diterapkan ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar," kata Kepala Penerangan Kodaeral IX Letkol Laut Rochman. (M. Nasaruddin)