JATIMPOS.CO//KEDIRI - Bertempat di Gedung pertemuan Madrasah Aliyah (MA) Tsuroyya, Ponpes Al Fallah Ploso, Mojo, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri menggelar Aksi Bergizi diikuti 150 santri putri kelas XI, Rabu (23/9/2026) pagi.
Kegiatan dimulai pukul 08.00, diawali dengan senam bersama nampak keceriaan diwajah para santri putri yang sangat antusias mengikuti kegiatan.
Disampaikan Ketua Tim Kerja Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Kediri, Eny Soehartini, karena Indonesia masih menghadapi Triple Burden masalah gizi pada remaja, inilah alasan kenapa kegiatan Aksi Bergizi dilaksanakan di MA Tsuroyya.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan serta menanamkan ilmu pada remaja", ucapnya.
Ada tiga tujuan utama, lanjut Eny, pertama meningkatkan literasi pada santri putri tentang pentingnya tablet tambah darah berfungsi untuk menambah darah, mencegah anemia, dan mencegah lahirnya bayi dengan berat badan rendah ketika remaja putri nantinya sudah menjadi calon ibu.
"Ditambah dengan aktivitas fisik seperti olahraga yang setiap hari Jumat dilakukan di Madrasah, serta sarapan menu gizi seimbang harus dibarengi sayur dan buah," imbuhnya.
Kedua, meningkatkan kolaborasi lintas sektor antara Dinkes Kab. Kediri bekerjasama dengan Kementrian Agama untuk keberlangsungan acara ini.
Ketiga, mendorong komitmen dari MA Syuroyya dalam melaksanakan Aksi Bergizi secara rutin meliputi (senam, minum tablet seminggu sekali, dan makanan bergizi setiap hari).
Eny berharap dengan kegiatan di MA Tsuroyya bisa menjadi contoh untuk pondok-pondok yang lain agar bisa melaksanakan Aksi Bergizi.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Mojo, dr. Rindang Farihah Idana menuturkan, kegiatan ini bukan hanya seremonial tetapi bagaimana menggerakkan santri putri untuk hidup sehat.
Peserta difokuskan hanya santri putri karena mereka mengalami masa menstruasi, ketika menstruasi perempuan kehilangan darah mengakibatkan anemia karena kekurangan darah jadi dirutinkan untuk mengkonsumsi tablet penambah darah.
"Kekurangan darah mengakibatkan wajah pucat, mudah ngantuk, sering pusing, sulit konsentrasi, sehingga sulit memahami penjelasan dari ustaz dan ustazah yang mengajar," tuturnya.
Rindang juga menjelaskan, untuk konsumsi tablet penambah darah tergantung kondisi Hemoglobinnya (Hb), kalau tidak normal konsumsi bisa disesuaikan dalam seminggu bisa lebih dari 1 kali.
"Manfaat tablet tambah darah untuk mencegah stunting, jika kalian sudah menjadi calon ibu kalau tidak anemia bayi yang dikandung akan sehat tidak lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR)," jelasnya.
Minum tablet tambah darah merupakan tujuan jangka panjang bagi remaja putri yang nantinya akan menjadi calon ibu, bahkan sangat bagus dikonsumsi sebelum menjalani kehamilan. Karena kalau badan sehat nutrisi yang terkandung akan berdampak pada pertumbuhan janin.
Setelah sambutan selesai kegiatan dilanjutkan dengan mengulas menu gizi seimbang yang disampaikan pemateri dari Puskesmas Mojo. Lalu bersama-sama minum tablet pembambah darah, melakukan permainan edukasi, dan screening kesehatan para santri putri. (priez)