JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN — Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menyambut penyelenggaraan Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026 sebagai peluang untuk menggerakkan perekonomian daerah. Selama tiga hari, kegiatan tersebut mencatat perputaran uang mencapai Rp5,7 miliar dari transaksi di area pameran.

Expo yang digelar di Stadion Wilis, Kota Madiun, pada 25-27 September 2026 itu diikuti sekitar 300 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran platform Haji Umrah Store dan Kick-off Manasik Haji Nasional 2026.

Bagi Bagus Panuntun, kepercayaan menjadikan Kota Madiun sebagai lokasi pembukaan kegiatan berskala nasional tersebut tidak hanya berkaitan dengan agenda keagamaan dan UMKM. Kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah juga menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan tambahan pasar dan transaksi.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan dampak positif bagi Kota Madiun, khususnya bagi UMKM dan pelaku usaha lainnya,” kata Bagus Panuntun.

Menurut dia, aktivitas ekonomi tidak hanya berlangsung di dalam area expo. Kehadiran peserta dari luar daerah berpotensi memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari kuliner, perdagangan, transportasi, penginapan hingga usaha kecil di sekitar lokasi kegiatan.

Dampak transaksi tersebut terlihat dari laporan panitia yang mencatat perputaran uang Rp5,7 miliar selama pelaksanaan expo. Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menyebut angka itu baru berasal dari transaksi di dalam area pameran.

“Laporan dari panitia, transaksi perputaran uang di dalam area pameran ini saja mencapai Rp5,7 miliar. Sementara perputaran yang di luar belum kita hitung, termasuk peningkatan okupansi hotel, transportasi, dan sektor lainnya,” ujar Irfan seusai mengikuti Sa’i Walk and Run di Stadion Wilis, Minggu (27/9/2026).

Ribuan jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur hadiri Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026 di stadion Wilis Kota Madiun, Jumat (25/9/2026).

Bagus Panuntun berharap momentum tersebut dapat memperkuat citra Kota Madiun sebagai kota yang mampu menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala regional maupun nasional. Menurutnya, setiap kegiatan yang menghadirkan banyak orang harus dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

“Yang terpenting, kegiatan seperti ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Madiun dan ikut menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya.

Expo mengusung tema “Sinergi Membangun Ekosistem UMKM Haji dan Umrah yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan”. Produk yang dipamerkan meliputi kebutuhan haji dan umrah, makanan dan minuman, fesyen muslim, kerajinan, industri kreatif, serta berbagai produk olahan UMKM.

Selain transaksi di lokasi, Kementerian Haji dan Umrah juga memfasilitasi business matching antara pelaku usaha Indonesia dan mitra dari Arab Saudi. Sejumlah eksportir Indonesia dan importir Arab Saudi disebut telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk membuka peluang pemasaran produk Indonesia ke Arab Saudi.

Rangkaian kegiatan di Kota Madiun juga diisi Kick-off Manasik Haji Nasional 2026 yang diikuti calon jemaah secara luring dan daring. Para peserta dan tamu yang datang ke Madiun juga diarahkan menikmati sejumlah potensi wisata dan kuliner daerah, seperti Pahlawan Street Center (PSC) dan nasi pecel Madiun.

Kementerian Haji dan Umrah selanjutnya berencana membawa kegiatan serupa ke sejumlah daerah, antara lain Bali, Makassar, Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Roadshow tersebut diarahkan untuk memperluas keterlibatan UMKM dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas. (Adv/jum).