JATIMPOS.CO/TUBAN – Bakal Calon Bupati Tuban Setiajit membagikan alat pengusir tikus atau disebut sarang burung hantu dan obat-obatan pertanian. Bertempat di persawahan Desa Cendoro Kecamatan Palang puluhan anggota kelompok tani setempat menyambut gembira atas uluran bantuan yang diserahkan langsung oleh Setiajit pada Rabu (29/01).

Tiga sarang burung hantu yang diberikan ini diharapkan mampu mengurangi atau menjadi “penawar” wabah tikus. Sebab jika menengok teori siklus rantai makanan, burung hantu merupakan predator pemakan daging. Sehingga keberadaannya mampu menakuti tikus, sehingga mengurangi jumlah populasi tikus. Selain itu sejumlah paket obat pembasmi tikus juga dibagikan merata.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi para petani khususnya petani Cendoro,” ungkap Setiajit yang juga merupakan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur.

Bantuan ini, kata dia, merupakan bentuk keprihatinannya kepada petani, lantaran dalam sekali masa tanam petani seringkali “digoda” dengan berbagai wabah pertanian. Dari mulai tikus dan dibeberapa tempat lainnya serangan ulat di tanaman jagung.

"Keprihatinan nasib petani ini harus kita respon. Karena petani penjaga ketahanan pangan kita,” tutur dia.

Kedepan, Setiajit juga sedang merencanakan bantuan ke petani desa lain sesuai usulan kebutuhan kelompok tani masing- masing. Sehingga adanya usulan dari petani tersebut dapat disampaikan kepada Gubernur.

Setiajit bersedia membantu bibit jagung jika memang para petani berniat menanam jagung kembali. Sebagai ganti tanaman jagung yang sebelumnya telah rusak baik itu akibat hama ulat maupun hama Tikus.

“Beragam keluhan petani sudah kami terima, intinya ini harus kita tindaklanjuti bersama,” ungkap Setiajit yang berkomitmen membawa Kabupaten Tuban keluar dari zona kemiskinan. (min)

JATIMPOS.CO/TUBAN – Bantuan kepada masyarakat Tuban dari berbagai pihak terus mengalir. Kali ini Pertamina Grass Root Refinery (GRR) Tuban kembali hadir menyalurkan 3000 paket sembako kepada warga di 17 desa di Kecamatan Jenu. Bertempat di Kantor Pemkab Tuban, secara simbolis, Wakil Bupati Tuban menerima bantuan, Selasa (19/05).

 JATIMPOS.CO/TUBAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuban merilis hasil administrasi pendaftaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Pengumuman tertuang dalam surat berita acara KPU Tuban Nomor: 08/SDM.09-BA/3523/KPU-Kab/I/2020.

Dari 417 pendaftar 41 terjegal di administrasi, sehingga menyisakan 376 lolos mengikuti tahapan tes tulis yang akan dilaksanakan pada Kamis, 30 Januari 2020.

“Yang tidak lolos diantaranya karena telah mengikuti dua periode dan keabsahan dokumen persyaratan lainnya,” ucap Komisioner KPU Tuban Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Zakiyah Munawaroh kepada wartawan, Selasa (28/01/2020).

Bagi yang lolos, kata dia, wajib mengikuti tahapan tes tulis yang bertempat di Universitas Sunan Bonang. Kemudian hasilnya akan menjadi tiket untuk mengikuti tahapan tes wawancara pada 08 Februari mendatang.

Zakiyah menyebut seluruh calon anggota PPK harus memiliki semangat menjadi penyelenggara yang handal dan tangguh. Sebab jam kerja penyelenggara tidak mengenal waktu. Kapanpun dibutuhkan harus bergegas mengerjakan. Dan klausul itu sudah ditandatangani dalam surat pernyataan di persyaratan pendaftaran.

Diketahui pada 23 September 2020 mendatang Kabupaten Tuban akan mengikuti Pilkada serentak. Sehingga KPU Tuban membutuhkan PPK di 20 kecamatan. Kebutuhannya 5 anggota per kecamatan yang total kebutuhannya  100 anggota PPK. (min)

 

 

JATIMPOS.CO/TUBAN – Masyarakat Desa Sugihwaras Kecamatan Jenu dihebohkan meninggalnya pria bernama Agus Budi Cahyono pada pagi tadi, Senin, (20/04).

Meninggalnya pria yang beprofesi sebagai sopir ini dilaporkan ke petugas oleh saksi bernama Naning Suryani.

Dia menceritakan pada Minggu malam (19/04) sekitar pukul 22.30 WIB pria berusia 55 tahun ini sudah mengeluhkan sakit. Bahkan untuk turun dari mobil truknya juga harus dibantu oleh keneknya. Kepada keneknya bapak asal Surabaya ini mengeluhkan sakit di bagian dada sehingga mengganggu saluran pernafasan. Melihat kondisi ini, Naning yang juga pemilik warung kopi ini mempersilakan istirahat di rumahnya sampai kondisi sopir pulih.

“Semalam dia nyeri di bagian dada dan sesak nafas. Sempat minta dikerok punggungnya,” kata Naning.

Esok hari, lanjut Naning, pada pukul 05.30 WIB, ia mencoba membangunkan pria ini, namun ternyata sudah meninggal.

Kapolsek Jenu AKP Rukimin membenarkan kejadian ini karena telah mendapat laporan dari warganya. Secara medis belum diketahui apa penyebab kematiannya. Sehingga jajarannya tidak mau berspekulasi atas meninggalnya sopir ini. Sebab ini masih diperiksa oleh medis dan akan didalami lebih lanjut.

“Perkara ini masih kita dalami, jadi menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis,” ungkap Ruki.

Kepada masyarakat, Kapolsek Jenu mengimbau agar tetap menjaga dan peduli kesehatannya masing-masing di tengah pandemi Covid-19 taat dan disiplin terhadap peraturan pemerintah. Selanjutnya menjelang ramadhan masyarakat Jenu bisa menjaga dan menciptakan kondisi yang tertib dan aman. (min)

 JATIMPOS.CO/TUBAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuban merilis hasil administrasi pendaftaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Pengumuman tertuang dalam surat berita acara KPU Tuban Nomor: 08/SDM.09-BA/3523/KPU-Kab/I/2020.

Dari 417 pendaftar 41 terjegal di administrasi, sehingga menyisakan 376 lolos mengikuti tahapan tes tulis yang akan dilaksanakan pada Kamis, 30 Januari 2020.

“Yang tidak lolos diantaranya karena telah mengikuti dua periode dan keabsahan dokumen persyaratan lainnya,” ucap Komisioner KPU Tuban Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Zakiyah Munawaroh kepada wartawan, Selasa (28/01/2020).

Bagi yang lolos, kata dia, wajib mengikuti tahapan tes tulis yang bertempat di Universitas Sunan Bonang. Kemudian hasilnya akan menjadi tiket untuk mengikuti tahapan tes wawancara pada 08 Februari mendatang.

Zakiyah menyebut seluruh calon anggota PPK harus memiliki semangat menjadi penyelenggara yang handal dan tangguh. Sebab jam kerja penyelenggara tidak mengenal waktu. Kapanpun dibutuhkan harus bergegas mengerjakan. Dan klausul itu sudah ditandatangani dalam surat pernyataan di persyaratan pendaftaran.

Diketahui pada 23 September 2020 mendatang Kabupaten Tuban akan mengikuti Pilkada serentak. Sehingga KPU Tuban membutuhkan PPK di 20 kecamatan. Kebutuhannya 5 anggota per kecamatan yang total kebutuhannya  100 anggota PPK. (min)

 

JATIMPOS.CO/TUBAN – Pemerintahan Kabupaten Tuban akan lebih jauh melakukan arahan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terkait Covid-9. Diantaranya refocusing anggaran atau pengaturan ulang anggaran sebesar Rp 15 Milyar agar lebih fokus guna penanganan pandemic corona.

 JATIMPOS.CO/TUBAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuban merilis hasil administrasi pendaftaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Pengumuman tertuang dalam surat berita acara KPU Tuban Nomor: 08/SDM.09-BA/3523/KPU-Kab/I/2020.

Dari 417 pendaftar 41 terjegal di administrasi, sehingga menyisakan 376 lolos mengikuti tahapan tes tulis yang akan dilaksanakan pada Kamis, 30 Januari 2020.

“Yang tidak lolos diantaranya karena telah mengikuti dua periode dan keabsahan dokumen persyaratan lainnya,” ucap Komisioner KPU Tuban Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Zakiyah Munawaroh kepada wartawan, Selasa (28/01/2020).

Bagi yang lolos, kata dia, wajib mengikuti tahapan tes tulis yang bertempat di Universitas Sunan Bonang. Kemudian hasilnya akan menjadi tiket untuk mengikuti tahapan tes wawancara pada 08 Februari mendatang.

Zakiyah menyebut seluruh calon anggota PPK harus memiliki semangat menjadi penyelenggara yang handal dan tangguh. Sebab jam kerja penyelenggara tidak mengenal waktu. Kapanpun dibutuhkan harus bergegas mengerjakan. Dan klausul itu sudah ditandatangani dalam surat pernyataan di persyaratan pendaftaran.

Diketahui pada 23 September 2020 mendatang Kabupaten Tuban akan mengikuti Pilkada serentak. Sehingga KPU Tuban membutuhkan PPK di 20 kecamatan. Kebutuhannya 5 anggota per kecamatan yang total kebutuhannya  100 anggota PPK. (min)