JATIMPOS.CO/BONDOWOSO - Upaya memperluas akses makanan bergizi bagi pelajar terus dilakukan di Kabupaten Bondowoso. Terbaru, Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mitra Mandiri resmi beroperasi di Desa Tegal Pasir, Kecamatan Jambesari Darus Sholah.

Peresmian dapur MBG ketiga di Bondowoso ini dilakukan pada Kamis (17/7/2025) oleh Komandan Kodim 0822/Bondowoso, Letkol Arh Achmad Yani, didampingi Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi.

Menurut Letkol Achmad Yani, keberadaan dapur MBG di Jambesari menjadi bagian dari langkah nyata memperluas jangkauan program pemenuhan gizi bagi anak-anak usia sekolah di wilayah tersebut.

"Setidaknya ada 49 lembaga pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA atau sederajat yang akan menerima manfaat dari dapur ini," Katanya.

Dari jumlah itu, sekitar 3.150 siswa telah tercatat sebagai penerima manfaat. Ia berharap, jumlah tersebut bisa meningkat menjadi 3.500 siswa yang secara rutin menerima makanan bergizi.

Program MBG ini, yang dijalankan bersama masyarakat, dinilai sebagai strategi efektif dalam menekan angka kekurangan gizi dan memperkuat ketahanan generasi muda.

Dandim juga menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kolaborasi dengan mitra-mitra baru sepanjang mereka bisa menjangkau siswa yang belum masuk dalam cakupan program.

"Selama masih ada siswa yang belum tercakup, kami tidak akan membatasi jumlah mitra. Prinsipnya inklusif," tandasnya.

Ia pun menambahkan bahwa banyak pihak yang telah mendaftar melalui laman resmi program MBG, dan kini tengah dalam tahap seleksi serta pemetaan kebutuhan wilayah.

Dandim menargetkan sedikitnya 70 dapur SPPG akan hadir di seluruh wilayah Kabupaten Bondowoso dalam waktu dekat. Saat ini, pihaknya bersama Pemda telah mengajukan permohonan dukungan ke Badan Gizi Nasional (BGN).

"Untuk kontribusi dari BGN, biasanya diarahkan untuk dapur yang berdiri di atas lahan milik negara atau pemda. Kita sudah ajukan dan sedang menunggu persetujuan," jelasnya.

Sementara itu, Owner SPPG Mitra Mandiri Jambesari Darus Sholah, Sudarmo Putri, mengungkapkan dapur yang ia kelola kini didukung oleh 50 tenaga kerja.

"Sebanyak 47 di antaranya adalah juru masak dan 3 lainnya bertugas sebagai staf pengawas," jelasnya.

Putri menekankan pentingnya kebersihan dan keamanan pangan. Ia memastikan dapur dikelola dengan ketat agar makanan tetap higienis hingga sampai ke siswa.

"Saya tegaskan pada semua karyawan agar paket makanan tidak dibuka sembarangan. Kita hindari lalat dan kontaminasi. Pengawasan oleh staf juga dilakukan setiap hari," tegasnya.

Dengan pengelolaan yang disiplin dan partisipasi masyarakat yang tinggi, dapur MBG Jambesari menjadi contoh praktik baik kolaborasi untuk pemenuhan gizi pelajar secara berkelanjutan di daerah. (Eko)