JATIMPOS.CO/PROBOLINGGO Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, menunjukkan respons cepat terhadap bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Kecamatan Tiris dengan meninjau langsung lokasi terdampak, Sabtu (19/7/2025) sore. Kunjungan ini bertujuan memberikan dukungan moril dan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak.

Turut mendampingi Bupati Haris dalam kunjungan tersebut antara lain sejumlah anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Kepala BPBD Oemar Sjarief, Kepala Dinas Sosial Rachmad Hidayanto, Camat Tiris Andi Wiroso, jajaran Forkopimka, kepala desa, serta relawan tanggap bencana.

Bupati mengunjungi rumah-rumah warga terdampak, seperti milik Kaprawi di Dusun Gudang, Desa Segaran, dan rumah milik Hasanah di Dusun Taman, Desa Tiris.

Selain memantau kondisi lapangan, Bupati Haris juga menyerahkan bantuan logistik yang meliputi paket kebersihan, terpal, makanan siap saji, biskuit gizi tambahan, serta paket sandang dan hygiene kit untuk anak-anak.

“Kedatangan kami di sini adalah bentuk empati dan kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk pemulihan pasca gempa,” ujar Bupati Haris.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan.

“Pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan bantuan dan memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik dan cepat,” tambahnya.

Bupati Haris berharap agar seluruh warga yang terdampak gempa bumi dapat tetap sabar dan tabah. “Mari kita berdoa bersama agar keadaan segera pulih dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas seperti sedia kala,” ajaknya.

Setelah mengunjungi rumah-rumah warga yang terdampak gempa bumi, Bupati Haris melanjutkan kegiatan dengan bertemu di Kantor Kecamatan Tiris bersama kepala desa dan warga setempat. Di sana, Bupati Haris mempelajari peta gempa dan data titik-titik epicentrum yang mencatatkan hingga 64 kali kejadian gempa di wilayah Kecamatan Tiris.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menyampaikan tim dari BPBD Kabupaten Probolinggo telah dikerahkan sejak hari pertama kejadian gempa untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat.

“Kami bekerja sama dengan BMKG, PVMBG dan BPBD Provinsi Jawa Timur untuk memetakan dampak gempa dan memberikan bantuan yang tepat,” ungkapnya. (Sf)