JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER - Komitmen Bupati Jember terhadap sektor kesehatan dengan peluncuran program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas yang memastikan seluruh warga Jember mendapatkan layanan kesehatan gratis hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Program ini sudah berjalan efektif sejak 1 April 2025, memungkinkan warga Jember yang sakit untuk berobat gratis di seluruh rumah sakit di Indonesia. 

Bupati Fawait menekankan bahwa program ini merupakan perwujudan janji politiknya dan bertujuan untuk menghilangkan hambatan biaya dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Hal ini disampaikan dalam acara Gus'e Menyapa dihadapan ratusan kader posyandu se-Kecamatan Gumukmas di balai Desa Mayangan, Senin (03/11/2025).

Dalam pidatonya, Bupati Fawait secara terbuka mengakui kondisi kesehatan di Jember yang memerlukan perhatian serius, dengan menyebutkan Jember memiliki angka Stunting tertinggi di Jawa Timur, mencapai 30,4% berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.

"Jember juga menjadi penyumbang tertinggi untuk Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Jawa Timur," ujarnya.

Meski demikian, Bupati Fawait menegaskan bahwa tingginya angka-angka ini bukan salah kader Posyandu, melainkan menjadi tantangan bersama yang harus diatasi.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemkab Jember mengambil beberapa langkah strategis.

"Pemkab Jember menerjunkan 1.200 tenaga kesehatan (Nakes) yang akan dibagi di setiap desa dan kelurahan untuk membantu kader Posyandu dan bidan. Program serupa yang bertujuan menekan AKI, AKB, dan stunting ini dikenal sebagai "Bupati Cinta Kesehatan Ibu dan Anak" atau "Bucin Kesianak"," tegasnya.

Nakes akan bertugas mengecek ibu hamil dan memastikan yang berisiko tinggi melahirkan di rumah sakit, dengan biaya persalinan (normal maupun caesar) ditanggung gratis.

Bupati Fawait juga memberikan apresiasi tinggi kepada kader Posyandu yang dianggapnya sebagai "gardu terdepan" dalam menyelamatkan generasi bangsa, menekankan bahwa peran mereka adalah pengabdian untuk bangsa dan negara. 

"kami akan juga lebih serius untuk memperhatikan kesejahteraan kader Posyandu, termasuk seragam dan gaji, meskipun meminta kesabaran karena saat ini masih dalam proses," lengkap Gus Fawait. (Ari)