JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai memperkuat fondasi ekonomi pedesaan melalui sektor peternakan. Melalui program Pengobatan Massal Ternak, pemerintah tak sekadar memberikan layanan kesehatan hewan, tetapi juga menegaskan arah pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal, Senin (10/11/2025). 

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan bahwa sektor peternakan bukan hanya urusan sapi, tapi juga masa depan ekonomi rakyat.

" Peternakan adalah pilar penting pembangunan ekonomi Bondowoso. Dengan populasi lebih dari 145 ribu ekor sapi, kita termasuk 10 besar kabupaten dengan populasi sapi terbanyak di Jawa Timur," tegasnya.

Bondowoso memiliki potensi yang kuat di daerah sentra ternak seperti Kecamatan Cermee dengan 20.786 ekor sapi, serta Desa Bajuran yang mengembangkan usaha ternak kambing dan domba. 

Dari sisi ekonomi, subsektor peternakan menyumbang hampir 5 persen terhadap PDRB daerah, menandakan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan masyarakat desa.

" Pengobatan massal ini bukan kegiatan seremonial. Ini bentuk nyata pelayanan publik di wilayah terpencil," lanjut Bupati.

Kegiatan tersebut melibatkan tenaga profesional, mulai dokter hewan, paramedik veteriner, hingga inseminator untuk memberikan layanan menyeluruh, pemeriksaan reproduksi, pengobatan penyakit, dan inseminasi buatan.

Bupati juga menekankan pentingnya penerapan teknologi dalam pengembangan peternakan.

" Ke depan, inseminasi buatan dengan bibit unggul seperti Belgian Blue dan teknologi transfer embrio perlu diperluas. Tujuannya agar produktivitas meningkat dan kesejahteraan peternak ikut naik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso, Hendri Widotono, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah realistis di tengah keterbatasan anggaran daerah. Tahun ini, pemeriksaan kesehatan dan kebuntingan ternak dilakukan di enam titik, mencakup sekitar 600 ekor sapi.

" Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada penyakit serius. Fokus kami menjaga kondisi ternak agar tetap sehat dan produktif," ujarnya.

Ia juga menyebut, antusiasme peternak cukup tinggi. Bahkan Bupati berencana menggelar kontes ternak yang diintegrasikan dengan Festival Muharrom, sekaligus menghidupkan kembali aset-aset peternakan daerah.

" Pak Bupati meminta bahwa aset-aset peternakan diaktifkan kembali, agar ekonomi desa bisa bergerak", Pungkasnya. (Eko)