JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kabupaten Bondowoso, Minggu (07/12/2025), tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Melalui rangkaian kegiatan besar yang melibatkan berbagai unsur, pemerintah daerah menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan.

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab untuk memastikan generasi Bondowoso tumbuh sehat dan kuat. Menurutnya, kesehatan adalah investasi paling strategis bagi masa depan.

" Kesehatan adalah investasi terbesar bagi kita semua. Dua puluh tahun ke depan, anak-anak kita akan menjadi generasi produktif. Maka hari ini kita memastikan mereka tumbuh sehat, kuat, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045," Katanya. 

Tidak hanya menyoroti aspek kesehatan masyarakat, Bupati Hamid juga mengapresiasi kerja kolektif yang selama ini terbangun antara pemerintah, tenaga medis, dunia usaha, akademisi, media, serta para kader kesehatan. Kolaborasi itu, menurutnya, membuat berbagai program kesehatan berjalan efektif.

" Izinkan saya mengapresiasi panitia, Dinas Kesehatan, serta seluruh jajaran yang telah menyelenggarakan kegiatan hari ini. Peringatan HKN meneguhkan komitmen kita menjaga kesehatan lahir batin, jasmani dan rohani," kata Bupati.

Sementara menurut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Arif Sudibyo, menambahkan bahwa tema HKN ke-61, “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat,” menjadi pengingat bahwa kualitas generasi mendatang sangat ditentukan oleh tindakan hari ini.

" Upaya peningkatan derajat kesehatan hari ini akan sangat mempengaruhi kualitas generasi kita di masa depan," tegas Arif.

Dalam semangat kolaborasi tersebut, peringatan HKN diisi dengan berbagai kegiatan seperti donor darah, pasar sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, pertandingan olahraga, serta bakti sosial. 

Seluruh kegiatan melibatkan rumah sakit, Puskesmas, organisasi profesi, dan berbagai komunitas.

Organisasi profesi kesehatan seperti IDI, PPNI, PPDI, PTMI, dan lainnya juga memberikan kontribusi besar. Mereka mengadakan pengeboran air bersih di Desa Cermi, pelayanan kesehatan untuk anak sekolah oleh TTV, sunat massal, penyuluhan kesehatan, hingga pembagian sembako kepada masyarakat kurang mampu.

" Hari ini adalah wujud kolaborasi nyata dari Dinas Kesehatan, seluruh rumah sakit, Puskesmas, organisasi profesi, serta dukungan banyak pihak lainnya. Terima kasih atas kontribusi dan kerja samanya," Pungkasnya. (Eko)